Select Page

Google Didenda, Tidak Akan Ada Lagi Layanan Android Gratis | Headline Bogor

Google Didenda, Tidak Akan Ada Lagi Layanan Android Gratis | Headline Bogor

RAGAM – Komisi Persaingan Uni Eropa sepakat menjatuhkan denda kepada Google sebesar 4,3 miliar euro (sekitar 72.02 triliun rupiah). Google melalui sistem Android dan perangkat bawaannya dianggap bersalah telah mendominasi pasar.

Google dituding telah memaksakan produsen ponsel besar yang merajai pasar Eropa seperti Samsung dan Huawei untuk menggunakan perangkat mesin pencarian mereka di seluruh unit smartphone yang beredar di pasaran sehingga menutup jalan bagi para pesaingnya untuk berkembang.

Para produsen ponsel dipaksa untuk memasang aplikasi Google Search sebagai mesin pencarian utama sebagai syarat pemberian hak pakai aplikasi Google lainnya. Uni Eropa juga menduga Google melarang para vendor dan operator yang bekerja sama untuk menjual smartphone dengan sistem operasi pesaing. Sebagai imbalannya, Google memberikan insentif untuk vendor dan operator.

Keputusan Uni Eropa ini diambil satu minggu sebelum kunjungan Kepala Komisi Uni Eropa Jean-Claude Juncker ke Amerika untuk bertemu Presiden Trump terkait isu bea masuk dan lainnya. Banyak pihak menduga ini akan digunakan Uni Eropa sebagai senjata serangan balik terhadap kebijakan biaya ekspor produk Eropa ke Amerika. Namun pihak Uni Eropa membantah semua tudingan ini.

Google diwajibkan membayar denda dalam waktu 90 hari semenjak keputusan ini dikeluarkan. Apabila Google tidak melakukannya, maka ada hukuman berat lainnya yang akan dijatuhkan oleh Uni Eropa.

CEO Google, Sundar Pichai, mengatakan hal ini sangat memberatkan pihak perusahaan dan membawa dampak yang cukup besar. Dia menampik bahwa Google telah memonopoli pasar dengan memaksa vendor dan operator untuk memakai perangkat dasar mereka. Pichai menjelaskan bahwa memakai perangkat dasar Google bertujuan agar memudahkan vendor dalam mengakses aplikasi Google lainnya. Apabila hal ini tidak dilakukan akan membawa dampak yang tidak bagus bagi ekosistem Android.

Kemungkinan yang akan diambil oleh Google untuk mengatasi masalah ini dengan memberlakukan layanan berbayar bagi pengguna Android. Nantinya segala bentuk layanan di Android akan dikenakan biaya.

Waduh, kalau nantinya semua aplikasi Android harus bayar kira-kira masih banyak tidak yang akan pakai Android? Kalau kamu bagaimana?

Untuk dapat info terkini tentang Mi Browser, jangan lupa untuk kunjungi Facebook page nya di
Sumber Mi Browser Indonesia.

KOMENTAR