Select Page

alterntif text

Pawai Obor Penutupan Hari Jadi Bogor, Hindari Titik Macet Jalur Ssa

Pawai Obor Penutupan Hari Jadi Bogor, Hindari Titik Macet Jalur Ssa

Bogor – Hari ini perayaan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-535 akan ditutup. Sejumlah kegiatan akan digelar dalam rangkaian pawai obor, keliling Kebun Raya Bogor (KRB) mengelilingi jalur Sistem Satu Arah (SSA), mulai dari serah terima Ratu Pajajaran, Mapag Ratu hingga beberapa kegiatan lainnya.

Kasat Lantas Polresta Bogor Kota Kompol Bramastyo Priaji mengatakan, pihaknya telah menempatkan personel untuk siaga di jalur perlintasan. Mulai dari Jalan IR Djuanda, Jalan Jalak Harupat, Tugu Kujang di Jalan Otista hingga Pertigaan Paspampres. “Tidak ada penutupan jalan, hanya sebatas pengaturan saja agar tidak terlalu macet,” kata Bram.

Menurutnya, jalur yang akan dipakai untuk pawai obor tidak akan memakan seluruh jalan, melainkan hanya sebagian. “Ya sebagian lagi masih bisa digunakan pengendara, jadi tidak perlu ditutup. Hanya kemungkinan padat pasti, makanya nanti ada petugas berjaga di sana,” terangnya.

Ketua Panitia Tjetjep Thoriq mengatakan, kegiatan ini diselenggarakan untuk melastarikan budaya Sunda. Karena itu dengan momen HJB ini, diharapkan masyarakat yang tinggal di sekitar Bogor dapat mengetahui sejarah Sunda. Sebab dalam acara tersebut, nantinya dilakukan pembacaan wejangan-wejangan dari orang-orang pendahulu.

“Memang dalam undangannya dituliskan bahwa akan ada pembacaan Sahadat Bogor. Tetapi sebenarnya itu adalah pembacaan wejangan,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, lanjut Tjejep, akan ada sejumlah organisasi yang terlibat. Mulai dari Karukunan Warga Bogor, Daya Mahasiswa Sunda, Kwarcab Pramuka dan beberapa yang lainnya, sehingga acara tersebut akan cukup meriah. Selain itu, ada juga atraksi pencak silat dari perguruan-perguruan yang ada di Kota Bogor.

Acara yang paling dinanti dalam kegiatan tersebut, yakni Mapag Ratu Galuh, di mana prosesinya akan dilaksanakan di Tugu Kujang Bogor. Sebab dalam sejarahnya, ungkap Tjetjep, Ratu Galuh berasal dari Bogor. “Nanti prosesinya ada Mapag Ratu yang akan dilaksanakan di Tugu Kujang,” terangnya.

Sementara Ketua Daya Mahasiswa Sunda Bogor Rendi Mulayana berharap kegiatan ini terus dilaksanakan untuk melestarikan budaya Sunda agar anak cucu nanti bisa mengetahui sejarah Kerajaan Sunda seperti apa. “Kalau tidak begini maka sejarahnya akan putus dan anak cucu kita tidak dapat mengetahuinya,” singkatnya.

Tak hanya pawai obor, keesokan harinya juga akan ada festival tanaman hias yang digarap IPB bersama Asosiasi Bunga Indonesia (Asbindo).

Humas Asbindo Arianto mengatakan, acara ini akan memamerkan mobil hias yang telah dipercantik dengan aneka bunga atau tanaman hias. “Kegiatannya juga sama, akan ada festival bunga keliling SSA,” tandasnya

(Metropolitan.id)

KOMENTAR

About The Author