Select Page

Advertisement

Pekerjaan Pemeliharaan Daerah Irigasi Cisalada Akhirnya Rampung | Headline Bogor

Pekerjaan Pemeliharaan Daerah Irigasi Cisalada Akhirnya Rampung | Headline Bogor

KABUPATEN BOGOR – Daerah Irigasi Cisalada Kampung Muara Desa Cibunian menjadi titik pengerjaan Rutin Pemeliharaan UPT Pengairan Wilayah 4 Leuwiliang Kabupaten Bogor, pasca bencana yang pada Tanggal (8 Juli 2018), dan saluran irigasi Cisalada tersebut bendungannya telah menjadi inventaris Desa Purwabakti Kecamatan Pamijahan, serta lokasi pengerjaannya tak jauh dari pertemuan Kali Cikereti dengan Kali Cianten.

Perlu diketahui jarak tempuh dari sumber air atau bendung sampai pada sawah – sawah kurang lebih 3 kilometer, pasca bencana longsor UPT Pengairan Wilayah 4 fokus pada 2 titik pekerjaan perbaikan, yang pertama pekerjaan saluran Gendong dengan ketinggian 4 Meter, panjang 6 Meter, ketebalan pondasi 0,40 Cm, Pondasi 1 Meter, untuk lokasi ke dua, Pekerjaan Pasangan Lining Tinggi 0,70 Cm, Panjang 70 Meter, ketebalan atas 0,40 Cm, Pondasi 1,5 m. Yang kedua panjang 70 m, tinggi 0,70 Cm, ketebalan atas 0,30 Cm, dengan ketebalan pondasi 0,50 Cm, yang pekerjaannya sudah Rampung pada Tanggal (22 Juli 2018).

Staff Pengawasan Pengairan Wilayah Kecamatan Pamijahan UPT Pengairan Wilayah 4 Leuwiliang, Bambang menjelaskan,

“Wilayah Monitoring saya untuk satu Kecamatan ada 62 Daerah Irigasi semuanya menjadi Peninjauan Rutin Pemeliharaan UPT Pengairan Wilayah 4. Salah satunya Irigasi Cisalada yang memang sangat di butuhkan Masyarakat Kampung Muara, karena Saluran Irigasi Cisalada ini menjadi potensi area pesawahan yang kurang lebih 20 Hektare. Dengan pasangan Lining sepanjang 300 Meter yang membawa air ke pesawahan memiliki 6 oncoran atau yang di sebut (Pengambilan Bebas) untuk mengairi pesawahan,” katanya

Namun menurut Bambang, saluran irigasi Cisalada belum lengkap karena belum ada bangunan bagi air, bangunan pelimpah serta bangunan bagi plus pelimpah.

“Saluran Irigasi Cisalada ini belum lengkap secara teknis, karena sama sekali tidak ada Bangunan Bagi Air, Bangunan Pelimpah, serta Bangunan Bagi Plus Pelimpah, dan secara Teknis pengambilan Air Kesawah – sawah belum bisa di ukur, sehingga sifatnya masih pengambilan bebas, dan pasangan Lining ataupun tanggul di perbukitan sangat rawan longsor,” Ujar Bambang saat Dilokasi.

Agil

KOMENTAR

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *