Select Page

Qou Vadis, Liquis?

Qou Vadis, Liquis?

*Quo Vadis, Linguis?*

Istilah _Quo Vadis_ (Latin) memiliki arti: Ke mana kau pergi? Istilah _Quo Vadis_ bisa disejajarkan dengan pertanyaan _Where are you going_? Ke mana kamu pergi? Pergi ke mana kamu? Kamu mau ke mana?

Ya! sebenarnya tujuanmu mau ke mana? Kata _kamu_ adalah deiksis. Di dalam pragmatik, deiksis adalah bentuk/kata tunjuk yang memiliki referen berbeda-beda sesuai konteksnya. Kata _kamu_ itu untuk siapakah? Dalam konteks tulisan ini, deiksis _kamu_ memiliki referen; untuk aku, untuk kamu, untuk dia, untuk mereka, dan untuk kita semua yang membacanya. Jadi kita itu mau fokus jalan ke mana? Mau fokus memperdalam apa? Mau fokus menekuni apa? Dan mau fokus memilih tujuan hidup ke mana?

Memiliki tujuan hidup sangatlah penting. Saat kita sudah menentukan pilihan, kita akan tahu harus fokus terhadap apa, kita akan tahu harus membuat target-target apa, kita akan tahu harus menekuni apa, kita akan tahu harus melangkah ke mana, dan kita akan harus pergi ke mana. Tujuan hidup sangatlah penting karena saat sudah menentukan pilihan, kita tidak akan bimbang terhadap langkah-langkah yang akan kita jalankan.

Seperti para linguis, mereka sudah menentukan tujuan hidupnya untuk berkecimpung di bidang bahasa.
Seperti para linguis, mereka sudah menentukan tujuan hidupnya untuk berkecimpung di bidang bahasa. Prof. J.S Badudu menentukan tujuan untuk berkecimpung di bidang bahasa selama berpuluh-puluh tahun hingga beliau diangkat menjadi guru besar Liguistik di Universitas Pakuan. Prof. M. Ramlan yang menentukan tujuan untuk berkecimpung di bidang bahasa selama berpuluh-puluh tahun hingga beliau diangkat sebagai guru besar di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gajah Mada. Prof. Samsuri yang menentukan tujuan untuk berkecimpung di bidang bahasa selama berpuluh-puluh tahun hingga beliau diangkat menjadi guru besar Liguistik yang juga pernah menjadi rektor di Universitas Negeri Malang. Dr. Gorys Keraf yang menentukan berkecimpung di bidang bahasa selama berpuluh-puluh tahun hingga beliau dianggap sebagai ahli bahasa ternama Indonesia yang juga pernah menjadi dosen di Universitas Indonesia.

Terlepas dari hal-hal yang dicapai, mereka semua memiliki tujuan yang sama yaitu berkecimpung di bidang bahasa. Mereka semua menentukan pilihan, jadi mereka tahu harus fokus terhadap apa, mereka tahu harus membuat target-target apa, mereka tahu harus menekuni apa, mereka tahu ke mana harus melangkah, dan mereka tahu ke mana mereka harus pergi. Tapi pergi ke manakah mereka sekarang?

Quo Vadis, Linguis? Ke mana kau pergi, Linguis? Sekarang mereka sudah kembali; mereka sudah kembali ke tempat yang pasti akan kita datangi, mereka sudah kembali ke tempat yang pasti akan kita jalani, mereka sudah pergi ke tempat yang tidak ada seorang pun mengetahui dan mereka sekarang sudah kembali menghadap Sang Ilahi. Maka dari itu, dalam menjalani hidup, kita harus tahu ke mana tujuan kita akan pergi dan ke mana tujuan kita akan kembali karena ke manapun kita pergi, hanya ke pada-Nyalah kita akan kembali.

Penulis ; Aru Sang Linguis
*Muncang, 26 Agustus 2017*

KOMENTAR

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *