Select Page

Pesantren Mutiara Bangsa Beji, Depok diduga menuai Banyak masalah | Headline Bogor

Pesantren Mutiara Bangsa Beji, Depok diduga  menuai Banyak masalah | Headline Bogor

DEPOK – Kedatangan awak media guna menkonfirmasi terkait pemberitaan Yayasan Pesantren Mutiara Bangsa disambut dengan kata – kata yang kurang pantas, dimana dikatakan bahwa awak media tidak punya kepentingan apa pun terkait permasalahan kepemilikan pesantren. Lokasi pesantren itu sendiri berlokasi di Jl Joglo Nomor 44 RT.02 RW.07 Kelurahan Kukusan Kecamatan Beji Kota Depok.

Permasalahan Pesantren Mutiara Bangsa sendiri diduga terkait dengan kepemilikan tanah. Sertifikat Hak Milik (SHM) dengan Nomor 001196 dengan luas 2308M2 sendiri tertera atas nama Marni, lalu dijual kepada Drs. Ading Sutarno dan terakhir dibeli oleh Umar Ali Yanto dengan sertifikat hak tanggungan No:3014/2009, berdasarkan BPD Jabar dan Banten berkedudukan di Bandung.

Saat dikonfirmasi kepada Ketua Yayasan pesantren yakni Muflih Sartono Msi. SAG, yang bersangkutan kurang merespon atas kedatangan awak media, dikarenakan pemberitaan sebelumnya.

Disaat awak media beristirahat di Mushola Pesantren, pelaksana proyek Tol Cijago yakni PT Hutama Karya Mandiri (HKI) yang berjumlah 6 orang mengatakan

“Bapak Umar Ali Yanto telah mengambil uang P2T dari proyek jalan tol dipengadilan kota Depok beberapa hari yang lalu, dan informasi ini kami sampaikan langsung kepada Pak Muflih Sartono guna mamastikan, dan maksud kedatangan kami ini meminta ijin agar area yg terkena relokasi mau dilaksanakan proyek”

Muflih Sartono sendiri mengatakan “Saya tidak akan menghalangi pengerjaan proyek kalau memang dari pemerintah namun kalau belum ada informasi dari kami jangan dilakukan pengerjaan dahulu” ujar Muflih kepada perwakilan PT HKI (bercerita-red)

Berdasarkan informasi dari Muflih Sartono, masih banyak yang belum dibayar dari proyek P2T ini yang nilainya masih ratusan milyar.

Menanggapi pemberitaan beberapa minggu yang lalu Muftih Sartono mengatakan “Kalo memang pak Umar Ali Yanto mau bertemu kami dan bersilahturahmi silahkan saja,”

Saat hendak dikonfirmasi ulang melalui sambungan telepon terkait kepemilikan tanah Umar Aliyanto, Muftih hanya mengirimkan pesan melalui whatsapp

“Sejak 2008 ada AJB NO165 melalui notaris HW dan dibuat hak tanggungan 20-3-2009 No :165/2009 terbit sertfikat Hak tanggungan No:3014/2009 jelas alas haknya milik Umar aliyanto,”

Sembiring

KOMENTAR

About The Author