Select Page

alterntif text

Lingga Anakku!

Lingga Anakku!

Lingga anakku! Aku ingin engkau menjadikan hidup sebagai tanah yang subur, ruang yang terang dan lapang, tempat kehidupan bertumbuh dan berkembang, tempat kehidupan menemukan nasibnya yang terang dan lapang. Tentu saja bukan hanya untukmu dan duniamu, melainkan untuk dunia di sekitarmu, dunia tempat kita menyalakan kegembiraan, meredupkan kesedihan. Lingga anakku! Tuhan menciptakan kita ada bukan hanya untuk kita dan tentang kita tetapi untuk mereka. Mereka pun ada kelak untuk kita dan tentang kita.  Lingga anakku! Begitulah kemuliaan hidup dan kemuliaan itu sesungguhnya adalah kemewahan yang megah dan indah.

Lingga anakku! Berbagilah kepada sesama sesuatu yang engkau miliki dan telah engkau perjuangkan dengan lelah. Besar dan kecil jumlahnya adalah pilihanmu sebagaimana engkau memilih berbagi atau tidak. Tidak usah engkau takut menghadapi kemiskinan! Jangan takut! Sebab kemiskinan bukanlah aib kehidupan, begitupun kekayaan bukanlah kemewahan hidup yang patut engkau rayakan. Bukan itu anakku! Justeru kemiskinan dan kekayaan adalah jembatan rapuh yang menghantarkanmu kepada keistimewaan hidup bernama kemuliaan. Engkau perlu melewatinya dengan baik penuh kehati-hatian selama engkau tidak ingin jatuh dan terjatuh melewati kerapuhan itu. Lingga anakku! Hari ini, esok atau lusa dan hari-hari berikutnya, bersiaplah menghadapi dua kemungkinan hidup bernama kemiskinan dan kekayaan. Bersiaplah menerima keduanya dengan ketulusan berbuat meskipun itu berat. Lingga anakku! Bangunlah, rawatlah selalu semangat luhur itu dalam dirimu, dan tanamkan pada isterimu dan anak-anakmu kelak! (Lingga – Ubaidillah)

***

Biodata Penulis

 
Achmad Ubaidillah 

Bogor, 6 Desember 1979

Alumni Fakultas Sastra Universitas Indonesia

Ketua Umum Senat Mahasiswa Fakultas Sastra UI, 2002-2003

Alumni Internasional Visitor Leadership Program 2010 di USA

Alumni Moslem Exchange Program 2011 di Australia

Peserta Student Visiting to China, 2002

Direktur Pusat Studi Pesantren

Pegiat Literasi

KOMENTAR

About The Author