Select Page

alterntif text

Pengertian Prosa dan Prosa Fiksi Menurut Para Ahli

Gambar dari http://sepatuterakhir.com

Pada pos sebelumnya saya sudah membahas tentang pengertian sastra menurut para ahli. Sastra sendiri dibagi menjadi dua yaitu prosa dan puisi. Perbedaan prosa dan puisi sendiri terletak pada keterikatannya. Bila prosa merupakan tulisan sastra yang bebas, maka puisi adalah karya sastra yang bentuknya terikat. Kali ini saya akan membahas tentang prosa. Pengertian prosa menurut para ahli dan jenis-jenis prosa. Mudah-mudahan pembahasan tentang prosa ini bermanfaat buat teman-teman.

Berdasarkan artikel di wikipedia, prosa adalah suatu jenis tulisan yang dibedakan dengan puisi karena variasi ritme (rhythm) yang dimilikinya lebih besar, serta bahasanya yang lebih sesuai dengan arti leksikalnya. Kata prosa berasal dari bahasa Latin “prosa” yang artinya “terus terang”. Jenis tulisan prosa biasanya digunakan untuk mendeskripsikan suatu fakta atau ide. Karenanya, prosa dapat digunakan untuk surat kabar, majalah, novel, ensiklopedia, surat, serta berbagai jenis media lainnya.prosa juga dibagi dalam dua bagian,yaitu prosa lama dan prosa baru,prosa lama adalah prosa bahasa indonesia yang belum terpengaruhi budaya barat,dan prosa baru ialah prosa yang dikarang bebas tanpa aturan apa pun (dari laman https://id.wikipedia.org/wiki/Prosa).
Jenis-jenis prosa menurut masanya terdiri dari prosa lama dan prosa baru. Prosa lama seperti hikayat, sejarah, dongeng dan lain lain. Sementara itu prosa baru terdiri dari Novel, Cerpen, Kritik, Biografi, Esai, dan lain-lain. Kaitannya dengan prosa yang bersifat karangan fiktif seperti dongeng, novel atau cerpen, maka kemudian dikenal istilah prosa fiksi. Dalam dunia perkuliahan prosa fiksi membahas segala sesuatu tentang prosa yang berkaitan dengan cerita-cerita fiktif seperti dongeng, cerpen, roman hingga novel.

Dilansir dari berbagai sumber berikut pengertian prosa fiksi menurut para ahli :
  1. Prosa fiksi adalah kisahan atau ceritera yang di emban oleh pelaku-pelaku tertentu dengan pemeranan, latar, serta tahapan dan rangkaian ceritera tertentu yang bertolak dari hasil imajinasi pengarangnya, sehingga menjalin suatu ceritera. (Aminuddin, 2002: 66)
  2. M. Saleh Saad dan Anton M. Muliono (dalam Tjahyono, 1988:106) mengemukakan pengertian prosa fiksi (fiksi, prosa narasi, narasi, ceritera berplot, atau ceritera rekaan disingkat cerkan) adalah bentuk ceritera atau prosa kisahan yang mempunyai pemeran, lakuan, peristiwa, dan alur yang dihasilkan oleh daya imajinasi.

Sumber :
Aminudin. 2002. Pengantar Apresiasi Karya Sastra. Jakarta: Sinar Baru

Tjahyono, Libertus Tengsoe. 1988. Sastra Indonesia : Pengantar, Teori, dan Apresiasi. Ende-Flores : Nusa Indah
 
KOMENTAR

About The Author