Select Page

Seno Gumira Ajidarama: Kita Miskin Kritikus | Headline Bogor

Seno Gumira Ajidarama: Kita Miskin Kritikus | Headline Bogor

Seno Gumira Ajidarama: Kita Miskin Kritikus

Senin ( 02-12-2018). Publik dihebohkan dengan adanya kasus plagiat dalam dunia kepenulisan. Bahkan mungkin terjadi lagi di dunia blog kuning itu (Wattpad). Dan itu terjadi pada salah satu novelis Indonesia, Ainun Nufus dan jajaran penulis lain. Baru-baru ini Ainun Nufus menggugah keresahannya dalam instrgam dan facebooknya tentang plagiator dalam karyanya, Cool Boy. Ainun yang sudah mengeluarkan banyak buku dari Wattpad dan mendapat banyak followers ini. Menceritkan kegalauannya tentang ada plagiator tersebut, dan mendapat respon dari para membaca facebook dan Instargamnya, bahkan para komentor statusnya beranggapan kalau plagitor itu dari kalangan remanja zaman sekarang yang mencari popularitas dari mencopas karya orang lain. Tidak hanya Ainun Nufus saja yang merasakan plagiator, tetapi sejumlah penulis lain juga merasakan hal yang sama. Seperti Eka Yulistia, Triani Retno Adiastuti, Nikmatus Solikha, mereka semua mendapat perilaku yang sama. Akibat dampak itu para penulis resah akan mempubilsh karyanya ke blogger orange itu. Wattpad yang menjadi ladang tempat penulis pemula menuangkan idenya sekarang menjadi lading para plagiat mencuri ide dan alur penulis aslinya. Karena blogger orange itu telah melahirkan penulis muda-mudi teenfiction dari sana, seperti Erisca Feberiani(Dear Nathan), Luluk HF(EL), Katakoko(Senior), Bella ZMR(Fall), bahkan masih banyak penulis lain yang sudah mengeluarkan buku best sheller dari Wattpad. Maka semua penulis muda berlomba-lomba ingin mendapat voting dan comentar, agar seperti mereka.

Blogger kuning itu memang belum memiliki undang-undang untuk melindungi hak cipta karya para penulis di sana, hingga saat ini meresakan para penulis muda-mudi dalam bekarya.

{Sumber Photo,https://www.google.com/ gumira+ajidarma)

Namun, Seno Gumira Aji Darma, memberikan pendapatnya tentang masalah Intorleran dan Plagiator dalam Sastra. “In toleran tidak mungkin dilakukan oleh orang yang baca sastra karena orang yang baca sastra memiliki banyak dimensi dan imajinasi punnya berjalan.” tanggapnya dalam memberikan pandangan tentang masalah ini. Ia juga
menambahkan. “Itu menyedihkan, saya kira menunjukan kita miskin kritikikus yang mengatakan kalau ini adalah palagiat dan semua orang itu tidak baca. Nah, itu semua kita tak punya itu. Tapi kalau kita datang dalam acara seperti ini sering. Akan melahirkan pengamat dan kritikus yang diakui.” Tambahnya saat ditanyai soal adanya kasus plagiator. Saat ditemui di Galeri Kaya Indonesia, Grand Indonesia(Minggu, 11-02-2018), dalam acara Menjadi Manusia Dengan Sastra. Kehadiran para penulis senior yang memberikan semangat untuk para kaum muda-mudi Indonesia dan membantu melahirkan cikal bakal baru untuk para penulis berkualitas dan menemukan “Why” mereka. Dan tidak semua apa yang menurut pengamatan banyak orang karya sama adalah plagiator. Kadang judul sama alur yang sama, kurang pembedahan dan pengamatan dari berbagai sudut dan penelitian lebih dalam. Karena kunci utama seorang penulis adalah membaca-membaca, membedah, dan pengamat, serta jangan takut untuk berbuat salah. Beliau yang juga seorang penulis dan mantan Jurnalis ini menyampaikan pada para peserta kalau seorang penulis sastra juga harus berani keluar dari jeratan 3 mitos sastra. Apa saja 3 mitos itu?
1. Sastra itu curhat sehingga cenggeng. Buku sastra tidak semata bentuk curahan hati cenggeng penulisnya. Sastra adalah perwakilan manusia dan kehidupannya.
2. Sastra itu bahasanya mendayu-dayu sehingga rumit dipahami. Sastra yang baik seharusnya ditulis dalam bahasa yang “dapat dipahami” pembaca awam, karena kepada merekalah sastra dituliskan.
3. Sastra itu isinya petuah, pedoman hidup. Buku sastra bukanlah buku agama, kata SGA, ia buku tentang manusia.

Sastra terlahir tidak instan tetapi sastra terlahir karena dari dalam diri kita sendiri. Bahwa kitalah yang membuat Sastra untuk diri kita dan orang lain. dan untuk menjadi seorang sastrawan tidak harus dari fakultas Sastra, tetapi memang memiliki pontensi sama dan digalih lebih dalam lagi. Dan, berikut ini tips-tips menulis dari Seno Gumira Ajidarma yang semoga bermanfaat bagi kita semua #KFEmas2016:
(1) Cobalah memandang dunia dengan cara yang baru, hindari menjadi pengikut hal-hal yang dominan, gali kreativitasmu.
(2) Bacalah tulisan-tulisan terbaik di dunia, karya-karya sastra besar dari berbagai negara. Paling tidak, tontonlah versi filmnya,
(3) Bacalah banyak-banyak karena itulah tips terbaik untuk menjadi penulis.
(4) Tulislah, jangan hanya sekadar memikirkannya. Jika ada ide, segera tulis. Seorang penulis menuliskan apa yang terpikir dalam kepalanya. @sumber info Tiara.

KOMENTAR

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *