Select Page

Advertisement

Siti Nur Azizah : Karakter Remaja Indonesia | Headline Bogor

Siti Nur Azizah : Karakter Remaja Indonesia | Headline Bogor

OPINI – Remaja berasal dari kata latin adolensence yang berarti tumbuh atau tumbuh menjadi dewasa. Istilah adolensence mempunyai arti yang sangat luas lagi yang mencakup kematangan mental, emosional social dan fisik (Hurlock 1992). Ada juga yang menyebutkan bahwa remaja adalah masa yang penuh kesulitan, dikarenakan memang di masa remaja itu mereka akan menghadapi beberapa masalah.

Dalam hal ini kita juga sudah pasti tahu bahwa setiap manusia selalu tidak luput dari berbagai masalah dalam kehidupan. Secara umum masa remaja adalah individu yang sedang mengalami peralihan dari masa anak-anak menjadi masa dewasa yang ditandai perkembangan yang sangat cepat dari aspek fisik, psikis, dan social.

Remaja dan pemuda diibaratkan sebagai batang muda yang akan menentukan nasib dari negara itu sendiri karena remaja atau pemudalah yang akan membangun bangsa ini. Kemajuan atau kemunduran bangsa Indonesia tidak lepas dari para remaja dan pemuda yang mengisi pembangunan di masa kemerdekaan ini.

Bangsa Indonesia sendiri bukanlah bangsa yang miskin dan terbelakang akan tetapi merupakan suatu bangsa yang besar dan memiliki cita peradaban yang tinggi. Pada masa lampau, Indonesia pernah mengalami masa kejayaan dan keemasan di dunia internasional melalui kerajaan maritime yang tangguh. Banyak bukti-bukti yang menunjukkan bahwa peradaban bangsa Indonesia sangat tinggi seperti adanya bangunan sejarah, karya tulis dan sistem kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun.

Dulu kita percaya sekali bahwa tiga modal dasar yang dipunyai Indonesia seperti luasnya wilayah, melimpahnya sumber daya alam dan jumlahpenduduk yang besar, akan membawa bangsa kita menjadi makmur dan sejahtera. Tetapi, ternyata semuanya itu tidak terbukti. Bahkan kali dilihat negara-negara “liliput” yang tidak memiliki kriteria tersebut. Pengalaman di atas dapat dijadikan contoh untuk para remaja dan pemuda sekarang dalam mengisi pembangunan untuk kemajuan bangsa yang kokoh.

Mirisnya bangsa ini semakin tidak mengalami kemajuan yang pesat seperti masa lampau. Masalah datang silih berganti baik dalam aspek bidang ekonomi, sosial, hukum, budaya, dan lain-lain. Indonesia sangat mengharapkan bahwa remajanya akan menggantikan kekecewaan yang sedang atau bahkan pernah dialaminya. Karakter menurut Wikipedia adalah sifat batin yang memengaruhi segenap pikiran, perilaku, budi pekerti, dan tabiat yang dimiliki manusia atau makhluk hidup lainnya.

Tentu karakter setiap orang berbeda-beda apalagi Indonesia yang dikenal berbagai suku bangsa pastinya sangat banyak karakter pula yang berbeda-beda. Namun, di Indonesia walau berbeda agama berbeda suku bangsa tetap satu jua dalam mempererat tali silaturahimnya. Dalam mengenali karakter setiap orang yaitu dengan cara mereka saling banyak komunikasi, saling kenal satu sama lain, dan saling akrab.

Namun, menurut Sarlito (1991) tidak ada profil remaja Indonesia yang seragam dan berlaku secara nasional. Mendefinisikan remaja untuk masyarakat Indonesia sama sulitnya dengan menetapkan definisi remaja secara umumnya. Masalahnya adalah karena Indonesia terdiri dari berbagai macam suku, adat, tingkatan ekonomi, dan pendidikan. Dengan perkataan lain, tidak ada profil remaja Indonesia yang seragam dan berlaku secara nasional.

Walaupun demikian, sebagai pedoman umum kita dapat menggunakan batasan usia 11-24 tahun dan belum menikah untuk remaja Indonesia dengan berbagai pertimbangan. Menurut Dr. Thondar Hellbrugge dalam bukunya (Diagnostik Perkembangan Dalam Ilmu Kesehatan Anak Tahun Pertama), masa remaja merupakan suatu proses yang terjadi pada usia anak-anak yang mengakibatkan adanya perubahan penting dalam seluruh jasad, termasuk perubahan bentuk maupun hubungan antara berbagai sistem dalam organisme tubuh.

Bicara tentang karakter semua orang berbeda-beda, tentu ada yang cenderung positif baik dan menguntungkan ada yang negatif dan tak menguntungkan. Seharusnya, kita sebagai remaja harus saling membutuhkan dalam hal baik dan menguntungkan dalam hal baik pula. Karena, hidup itu tidak selamanya kekal di dunia yang fana. Menurut analisa, dalam kehidupan remaja pada zaman sekarang tentunya zaman milenial sangat tidak bisa dipercaya untuk mendapatkan kata menguntungkan. Karena, zaman milenial ini zaman dimana pesatnya teknologi.

Remaja atau pemuda zaman inilah yang disebut berbeda karakter. Karakter mereka yang menggunakan teknologi canggih berbeda-beda ada yang menggunakan dalam hal negatif, contohnya seperti mempertontonkan situs web yang dilarang, mengunggah foto atau video yang seharusnya tidak diunggah, kadang ada yang menggunakan gadget hingga lupa waktu untuk mendekatkan dirinya kepada pencipta mereka. Tetapi, ada juga yang menggunakan zaman ini dengan baik contohnya seperti, belajar online dari aplikasi Cereout, Ruang Guru, dan masih banyak lagi.

Itu semua tergantung kepada kita yang menggunakannya. Nah, karakter remaja baiklah yang sangat dibutuhkan oleh bangsa dan masyarakat. Ada banyak cara untuk remaja yang masih menyalahgunakan gadget mereka seperti contohnya untuk bisa bergabung dengan orang yang menurut mereka bisa menguntungkan diri mereka sipengguna gadget yang salah. Karakter anak bangsa yang semakin menjadi-jadi membuat pihak orang tua dan guru kewalahan menghadapi semuanya. Bahkan orang tua dan guru sendiri kadang-kadang kurang memperhatikan apa yang sedang terjadi dengan para remaja maupun anak-anak.

Maka, kita sebagai anak remaja Indonesia masa kini harus bisa mengendalikan diri kita sendiri untuk melakukan hal-hal yang positif agar menguntungkan kita kedepannya, selain itu juga, jangan sampai kita diperalat oleh kemajuan teknologi yang semakin canggih, tetapi kita harus memanfaatkan kemajuan teknologi tersebut agar dapat digunakan sebagaimana mestinya dan dapat bermanfaat bagi kita dan orang lain. Dengan cara itu setidaknya kita sudah membuktikan bahwa karakter remaja masa kini juga dapat dipertanggungjawabkan. Jadi, kita sebagai remaja bangsa Indonesia yang akan meneruskan perjuangan bangsa ini, harus bisa memilah dan menerapkan karakter yang baik agar dapat bermanfaat di masa yang mendatang.

Faktor penyebabnya adalah kurangnya kedisiplinan para remaja maupun anak-anak, perhatian kurang dari orang tua, guru yang kadang kala tidak memperhatikan para remaja. Apa yang akan terjadi kakarakter anak bangsa menjadi seperti ini? Padahal tonggak generasi penerus bangsa seperti ini tidak akan mampu bersaing dengan anak bangsa lain di kancah nasional maupun internasional yang akan datang. Dan yang akan menjadi korbannya tetap anak bangsa saatini.

Maka dari itu semua ada baiknya kita sebagai remaja harus menjulang tinggi pendidikan kita agar kita bisa menjadi yang lebih baik dari sebelumnya. Tentu dengan pendidikan kita bisa mewujudkan mimpi Indonesia yang pernah diinginkan. Pendidikanlah yang sangat membantu remaja-remaja untuk bisa mewujudkan mimpi itu. Tidak hanya mimpi Indonesia akan tetapi mimpi pribadi remaja. Mungkin banyak prestasi yang di hasilkan dari kerja kita tetapi Indonesia masih belum puas akan itu. Ada para remaja yang sedang berjuang untuk mewujudkannya, ada juga yang malah santai-santai saja dengan kehidupannya. Padahal jika kita pikirkan Indonesia sangat menyenangkan para remaja seperti halnya gunung yang menjulang tinggi ketika para remaja berusaha ingin tahu keindahannya maka berjuanglah untuk mendaki gunung itu, maka akan ada istilah surga lautannya Indonesia.

Penulis :
Siti Nur Azizah anak kota menetap di kampung. Kelahiran Jakarta, 21 Oktober 2000 pernah menjadi anggota Katapuri (Kata-kata putra-putri Al-ittihad Cianjur). Sekarang menjadi mahasiswa baru di Universitas Jenderal Achmad Yani Cimahi

KOMENTAR

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *