Select Page

Pameran Ragam Pesona Kujang | Headline Bogor

Pameran Ragam Pesona Kujang | Headline Bogor

Bogor telah digemparkan, Bogor yang biasa disebut ‘Dayeuh Pakuan’ dikalangan budayawan dan sejarawan telah melakukan hal yang fenomenal, fenomenal disini maksudnya ialah sesuatu yang tidak biasa, karna sepertinya ini yang pertama kali dalam sejarah Bogor, dimana kujang dipamerkan secara besar-besaran, lebih dari 600 kujang dihadirkan di Mall BOTANI Square, dari berbagai jenis, berbagai daerah, dan berbagai zaman.

Klik Video ;

Bertajuk RAGAM PESONA KUJANG, dipelopori oleh Bapak Gatut Susanta , yang diadakan di Mall Botani Square lantai 2 ini, mampu menarik banyak minat pengunjung Mall, bahkan banyak yang sengaja datang dari berbagai daerah untuk melihat Ragam Kujang yang di adakan tanggal 29 sampai 30 Desember 2017 ini.

Didukung oleh banyak komunitas, diantaranya BKP (Baraya Kujang Pajajaran), Komunitas Sanghyang Naga Roni, dan lainnya, juga para Budayawan dari berbagai daerah, seperti Sumedang, Bandung, Garut dan daerah lain nya, telah membangkitkan semangat tua muda untuk selalu menjaga dan melestarikan Budaya Kearifan Lokal.

Fenomenal lainnya adalah, selama ini Kujang hanya dipakai dan disimpan secara pribadi, sehingga banyak dari para generasi sekarang tidak mengetahui lagi apa itu Kujang, bagaimana filosofinya, sebenarnya apa itu kujang, berapa jenis kujang dan banyak lagi pertanyaan generasi ke generasi.

Transformasi zaman memang hampir menggerus habis, pusaka kujang ini. Pusaka disini bukan sekedar jenis senjatanya, tapi juga berbagai filosofinya yang dijadikan ageuman atau pegangan hidup bagi masyarakatnya.
Ragam pesona kujang ini adalah cara memperkenalkan kembali dan menyemangati generasi yang hampir kehilangan rasa menjaga Budayanya sendiri, sangat miris jika anak-anak sekarang di Jawa Barat, tidak tahu kujang, padahal kujang ditemukan bahkan sampai Jawa Timur dan Madura, termasuk di luar negeri, padahal ada banyak kujang, misalnya ada beberapa jenis kujang yang tercantum dibeberapa pantun sunda, seperti kujang ciung, kujang jago, kujang badak, kujang naga, kujang wayang, kujang kuntul, dan masih banyak lagi yang tidak tercantum dipantun, dari berbagai jenis fungsi dan filosofinya. Bahannya bisa dari batu pra-sejarah, batu meteorit, juga berbagai jenis logam. Begitu pula zaman pembuatannya yang beragam, dari zaman pra-sejarah, zaman kerajaan, sampai zaman setelah kemerdekaan, inilah bukti kekayaan Budaya dari kearifan lokal negeri kita.

Namun demikian, acara yang meriah ini bukan sekedar dihadirkan kujang buhun pusaka, kujang ageuman milik personal, sampai kujang replika saja, tapi juga di hadiri para empu penempa kujang yang dari Bogor saja seperti Abah Wahyu Affandi (pendiri BKP), tetapi para empu dari berbagai daerah juga hadir, begitupula hadir para kolektor yang satu orang bisa punya ratusan kujang, para budayawan, dan berbagai kesenian seperti silat cimande, musik kecapi suling, karinding, dan lainnya, yang membuat acara ini semakin meriah.

Apapun itu, tujuan acara Ragam Pesona Kujang ini adalah memperkenalkan kembali ke generasi saat ini, bahwa kita memiliki kekayaan budaya yang luar biasa, beragam filosofi kujang adalah harta karun dari warisan budaya leluhur yang tidak ada habisnya, yang saat ini kujang justru dikejar, dibeli, ditempa, oleh orang-orang ataupun dipajang di musium dari negara-negara lain yg lebih memperhatikan kujang. Tujuan lainnya membangkitkan rasa kecintaan terhadap Budaya kearifan lokal kita sendiri.

Semoga pemerintah pusat maupun daerah, dan semua pihak, mau ikut membantu pelestarian kekayaan Budaya kita ini.

Penulis :KHAN | HRD HeadlineBogor.com
(wira-sastra di komunitas Baraya Kujang Pajajaran)

KOMENTAR