
Dari video yang dikirimkan Yana kepada tim ACT, terlihat antrean panjang terjadi di depan toko-toko yang masih tersedia masker. Sedangkan di toko swalayan lain terlihat rak tempat masker yang kosong karena telah diborong oleh warga yang khawatir akan kesehatannya dari ancaman Corona.
Saat ini, tenaga kerja asal Indonesia yang berada di Hong Kong jumlahnya mencapai 265 ribu jiwa pada Januari 2019 lalu. Mereka bekerja di Hong Kong di berbagai macam bidang pekerjaan. Kini mereka semua berada di bawah ancaman terserang virus Corona.
ACT merespons tingginya kebutuhan masker sebagai tindakan preventif penyebaran virus Corona di Hong Kong. ACT menargetkan mengirim 10.000 boks masker bagi warga Indonesia yang ada di Hongkong. Langkah ini diambil setelah semakin sulitnya mendapatkan masker di Hongkong. “Dalam waktu dekat ini akan dikirimkan untuk awalan 2.500 boks masker untuk saudara kita yang ada di Hong Kong,” jelas Sucita Ramadinda dari Tim Global Humanity Response (GHR) – ACT. Selain pembagian masker, ACT juga akan menyiapkan paket sanitasi serta pangan bagi warga Indonesia di Hong Kong.
Sebelumnya, di Bandara Internasional Soekarno-Hatta Cengkareng, ACT juga telah mendistribusikan masker ke warga Indonesia yang baru saja tiba dari Tiongkok. Tim medis ACT juga melakukan kampanye kesehatan bagi warga yang berada di bandara. Cara ini dilakukan sebagai langkah untuk mencegah tersebarnya virus Corona di Indonesia. (*)
Bangun Rumah, Renovasi Rumah dan Pekerjaan Sipil Lainnya YA ASPRO AJA
Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau !