
KABUPATEN BOGOR – Aktivitas alat berat di Blok 025 Kampung Cikeas, Desa Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, memicu protes dari pemilik lahan yang mengaku pekarangannya mengalami kerusakan. Sementara itu, pihak Sentul City menyatakan terbuka untuk berdiskusi dan melakukan pengecekan data bersama terkait persoalan tersebut.
Konflik agraria juga masih terjadi di kawasan Hambalang, Desa Bojong Koneng, Babakan Madang, Kabupaten Bogor.
“Tanpa izin, mereka (Sentul City,red) memasuki pekarangan kami bahkan menggali tanah kami. Bagian depan mengalami kerusakan,” kata pemilik kawasan Palm Boko, Ozy Sudiro, pada Kamis (17/9).
Menurut Ozy, kegiatan tersebut berlangsung sejak Selasa, 15 September 2026. Meski sempat diprotes, aktivitas menggunakan alat berat dan sejumlah pekerja kembali dilakukan.
“Hari pertama kami sempat protes dan menghentikan kegiatan mereka, dengan menunjukan bukti-bukti kepemilikan lahan secara sah. Sehari berhenti, sekarang mulai lagi,” tandas Ozy yang memiliki usaha resort tak jauh dari kediaman Presiden RI Prabowo Subianto itu.
Ia mengatakan lahan tersebut dibeli secara sah dari pensiunan polisi bernama Damanik sejak 1990-an. Sejak saat itu, menurutnya, tidak pernah ada persoalan. Pengelolaan lahan kemudian dikuasakan kepada Pepen dan rekan-rekan sejak 2012 serta diketahui perangkat desa setempat.
“Lahan kami bersebelahan dengan kawasan milik Bapak Prabowo Subianto. Jika lahan kami masuk floting Sentul City, maka lahan pak presiden juga masuk, karena dulunya satu hamparan,” tandasnya.
Ozy meminta Sentul City menghentikan kegiatan cut and fill menggunakan alat berat di lahan miliknya. Ia juga mengaku tidak dapat mengadukan persoalan tersebut kepada perangkat desa karena diduga telah terafiliasi dengan Sentul City.
Bangun Rumah, Renovasi Rumah dan Pekerjaan Sipil Lainnya YA ASPRO AJA
Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau !