BNPB Kerahkan 400 Mahasiswa Unand Untuk Lakukan Verifikasi Rumah Rusak di Sumbar

Dok. BNPB Kerahkan 400 Mahasiswa Unand Untuk Lakukan Verifikasi Rumah Rusak di Sumbar.

PADANG – Penanganan bencana hidrometeorologi basah di Provinsi Sumatera Barat kini memasuki fase pemulihan. Proses percepatan pemulihan terus dilakukan melalui keterlibatan lintas sektor, termasuk unsur akademisi.

Sebanyak 400 mahasiswa Universitas Andalas (Unand) diterjunkan untuk memperkuat tim verifikasi dan validasi rumah warga yang mengalami kerusakan akibat banjir bandang dan longsor di Sumatera Barat. Para mahasiswa tersebut merupakan peserta program Kerja Kuliah Nyata (KKN).

Sekretaris Utama BNPB Rustian menegaskan bahwa penanggulangan bencana harus dilaksanakan secara kolaboratif dengan melibatkan berbagai unsur atau dikenal dengan pendekatan pentaheliks. Pemerintah, masyarakat, akademisi, dunia usaha, serta media dinilai perlu bersinergi dalam setiap tahapan penanganan bencana.

Post ADS 1

“Termasuk di dalamnya akademisi dan para pakar. Maka dari itu BNPB selalu bekerjasama dengan pakar dan mahasiswa yang ada di Indonesia khususnya di Sumbar untuk penanganan bencana seperti yang akan kita lakukan hari ini,” ujar Rustian, dikutip Ahad (4/1).

Baca Juga  Headline Nasional | #BersihkanIndonesia  Dari Para 'Buaya' Pelindung Koruptor

Ia menjelaskan, ratusan mahasiswa tersebut akan disebar ke 13 kabupaten dan kota di Sumatera Barat. Tugas mereka adalah melakukan pendataan sekaligus memverifikasi kondisi rumah warga terdampak banjir bandang dan longsor.

Kerusakan rumah akan diklasifikasikan ke dalam tiga kategori, yakni rusak ringan, rusak sedang, dan rusak berat. Klasifikasi tersebut telah ditetapkan BNPB dan mengacu pada regulasi yang berlaku.

Sebelum diterjunkan ke lapangan, para mahasiswa akan mendapatkan pembekalan mengenai format pendataan serta indikator verifikasi dan validasi. Dalam pelaksanaannya, mereka juga akan didampingi oleh aparat Babinsa dan Bhabinkamtibmas.

Rektor Universitas Andalas, Efa Yonnedi, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada Unand. Ia juga mengingatkan mahasiswa agar menjalankan tugas sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan BNPB.

“Kami Universitas Andalas berkomitmen terus menerus menjadi mitra, untuk menjadi solusi dalam proses pemulihan ataupun dalam proses rekonstruksi pascabencana yang terjadi di negara kita,” tuturnya.

Baca Juga  Headline Pendidikan | Jelang Tahun Ajaran Baru, Ruangguru dan Samsung Rilis Tablet dengan Aplikasi Pendidikan

Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi, menambahkan bahwa hasil verifikasi dan validasi rumah rusak akan menjadi dasar dalam pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi ke depan. Ia turut mengapresiasi keterlibatan mahasiswa dalam proses tersebut.

“Ada 20 ribu lebih rumah rusak di Sumbar. Verifikasi tingkatan kerusakan, apakah rusak ringan, sedang, maupun berat ini penting untuk menjadi acuan dalam membangun hunian tetap nantinya,” jelas Mahyeldi.

Proses verifikasi dan validasi rumah warga dijadwalkan mulai dilaksanakan pada Sabtu (3/1) dan ditargetkan selesai pada Rabu (7/1). (DR)

Berita Daerah & Nasional

Menu
ASPRO Property..

Bangun Rumah, Renovasi Rumah dan Pekerjaan Sipil Lainnya YA ASPRO AJA

Promo Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau !