Select Page

Bentang Pustaka Klarifikasi Kasus Devi Eka | Headline Bogor

Bentang Pustaka Klarifikasi Kasus Devi Eka | Headline Bogor

BOGOR – Dunia literasi kembali dihebohkan dengan perilaku seorang remaja yang bernama Devi Eka. Devi mengklaim bahwa ia adalah seorang penulis muda. Namun berbalik dari apa yang ia klaim, diduga Devi mensalin ulang hasil karya orang lain.

Tidak tanggung – tanggung Devi diduga memplagiatkan 24 karya cerita pendek yang telah diterbitkan di media massa. Dan diduga pula jika Devi telah menerima bayaran dari diterbitkannya hasil karya orang yang ia salin ulang.

Menelurkan karya sendiri akan jauh lebih baik, karena setiap orang bisa berubah, namun apa mau dikata apa yang oa lakukan telah mencoreng namanya sendiri di dalam dunai literasi. Plagiat di dunia literasi sekarang ini menjadi penyakit yang sedang mewabah. Karena plagiat bukan buah dari pemikiran dan gagasan orisinil dari seorang penulis.

“Ya, kasus plagiator ini memang pernah terjadi, namun sempat pudar tetapi kasus ini kembali lagi seiring banyak pengguna blogger, Wattpad, dan situs media online lainnya, dan disayangkannya beberapa penerbit membuka seleksi melalui jalur media online khusus penulis dan pembaca,” ujar penikmat karya tulis

Tidak bisa dipungkiri persaingan dalam karya tulis saat ini sangat ketat yang membuat para generasi muda zaman sekarang berpikir singkat untuk bisa menciptakan karya tulis. Menjadi penulis adalah pekerjaan yang menjanjikan dan mengiurkan disaat ini namun tidak harus menjadi plagiat dari hasil karya orang lain.

Penerbit Novela yang di bawah naungan Bentang Pustaka sendiri pada tahun 2016 telah membuka kompentisi menulis single dengan melibatkan tim redaksi sebagai juri. Sebanyak 50 karya telah terpilih dalam kompetisi tersebut. Dan karya tersebut di terbitkan sebagai e-book yang di pasarkan melalu google playbook, termasuk karya Devi Eka dengan karya tulis “Friend Zonk”.

Tetapi pernerbit Novela tidak menyadari kalau karya itu adalah hasil plagiat dari karya orang lain, hingga menimbulkan kontroversi dari berbagai pihak dan menimbulkan kerugian bagi penulis aslinya, dan menurut informasi yang tersebar Bentang Pustaka selaku penerbit yang menaungi pernerbit Novela, akan mencabut hak terbit karya Devi Eka, dan tidak akan menerbitkan karyanya lagi, selama waktu yang telah ditentukan.

“Harusnya honor yang dibayar oleh media yang memuat hasil karya plagiat tersebut harus dibayarkan kepada sang pecipta asli, dan harusnya para penerbit juga lebih selektif dan mensharing karya tulis dari wattpad jangan hanya melihat banyaknya followers saja,” tambah penikmat karya tulis tersebut.

Tiara

KOMENTAR

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *