
BOGOR – Forum Ekonomi Kreatif Kota dan Kabupaten Bogor, PERSPEKTIF dan Reka Bogor berkolaborasi bersama Lembaga Keuangan Finatra untuk mendukung keuangan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Bogor naik kelas menuju pasar global. Kolaborasi tersebut dituangkan dalam kegiatan Talk In Catch yang mengusung tema Legal dan Finansial untuk Mengembangkan UMKM Global pada Senin (20/3) di Kedai Coger Selot.
Perwakilan Forum PERSPEKTIF dan Reka Bogor, Robby Firliandoko menyampaikan bahwa kolaborasi bersama lembaga keuangan adalah salah satu upaya mendukung UMKM sektor Ekonomi Kreatif (Ekraf) untuk terus berkembang dan maju.
“Saat ini kolaborasi yang kami lakukan adalah dengan sistem heksaheliks, setelah ABCGM, kini kami merambah ke stakeholder ke enam yakni agregator yang di dalamnya ada lembaga keuangan. Kami berharap pelaku ekraf di Bogor bisa mendapatkan dukungan dari lembaga keuangan sehingga bisa berkembang,” katanya.
Microfinancing Head Jabar 4 FINATRA Irwin Rezka Firmansyah menyampaikan bahwa Finatra merupakan salah satu unit bisnis di bawah FIF Group yang fokus dalam pengembangan usaha mikro. Berdasarkan hasil analisis Tim Finatra, Irwin menambahkan bahwa banyak pelaku usaha yang ingin mengembangkan usaha namun memiliki kendala modal, kecepatan cair dan jumlah yang terbatas.
“Keunggulan Finatra adalah jangkauan pembiayaan yang panjang bisa selama 60 bulan, durasi pencairan yang cepat yaitu paling cepat tiga hari, terpecaya karena pengalaman dan jumlah pinjaman dari mulai 25 juta hingga 500 juta. Syarat bekerja sama dengan kami adalah sertifikat hak milik (SHM) atau hak guna bangunan (HGB)” jelasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan dan Perindustrian (KUKMDAGIN) Atep Budiman menyampaikan bahwa ada 73.336 data pelaku usaha UMKM yang ada di Kota Bogor, meningkat dari sekitar 30.000-an pelaku dan meningkat karena adanya bantuan untuk UMKM saat pandemi. Dan setelah dikurasi dan divalidasi, saat ini ada di angka 48 ribu pelaku dan tertinggi adalah kuliner, kosmetik, dan kerajinan.
“Melihat kerja sama pelaku dengan lembaga keuangan dan investasi, rencananya kami akan memberikan pelatihan dan pendampingan hukum agar kawan-kawan pelaku usaha paham ketika akan melakukan kerja sama dengan calon investor. Saat ini Bogor punya jargon Bogor Kota Wisata dan Kuliner, untuk itu bagi pelaku yang punya usaha kuliner dan kerajinan akan terbuka peluangnya. Kami sangat senang dengan kehadiran Finatra karena bisa membantu pelaku usaha yang belum difasilitasi oleh pemerintah,” ungkapnya.
Salah satu narasumber, CEO & Founder Hibrkraft Ibrahim Anwar yang pada saat pandemi kemarin mendapatkan dukungan investasi senilai Rp 500 juta tersebut menyampaikan bahwa untuk bisa mendapatkan investasi, pelaku usaha perlu tahu dulu berapa investasi yang mau didapatkan dan untuk apa investasi itu digunakan setelah investasi diraih. Hal ini menjadi perlu, karena bagi pengusaha muda kreatif ini banyak orang yang masih menilai investasi itu bantuan, padahal investor mau berinvestasi untuk mendapatkan keuntungan.
“Kalau mau dapat investasi, mulai saat ini usahakan buat laporan keuangan yang transparan karena investor mau lihat perkembangan bisnis kita. Selain itu banyak juga yang luput bahwa membuat rencana pengembangan bisnis itu penting. Bahkan menuliskan gaji kita juga itu luput. Padahal itu penting,” katanya. (*/DR)
Bangun Rumah, Renovasi Rumah dan Pekerjaan Sipil Lainnya YA ASPRO AJA
Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau !