
“Keberhasilan transformasi tidak lagi diukur dari megahnya bangunan fisik semata, melainkan dari seberapa hidup ekosistem yang tercipta di dalamnya—yang mampu mendorong tumbuhnya kreativitas, partisipasi aktif pemuda, serta perputaran ekonomi dan budaya yang berkelanjutan.”
Oleh : Adi Mulyadi (Pengelola Mila Kencana)
Transformasi kawasan olahraga tidak lagi sekadar soal pembangunan fisik. Ia kini bergeser menjadi soal bagaimana ruang publik mampu menghidupkan ekonomi, budaya, dan kreativitas masyarakat secara berkelanjutan. Dalam konteks ini, GOR Pajajaran yang dikelola oleh Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Bogor diproyeksikan tidak hanya sebagai fasilitas olahraga, tetapi sebagai sport tourism & event hub yang terintegrasi dengan ekosistem pemuda dan industri kreatif.
Gagasan tersebut menempatkan GOR Pajajaran sebagai living lab—sebuah ruang uji coba kebijakan dan inovasi yang mempertemukan olahraga, budaya, ekonomi kreatif, dan pariwisata dalam satu ekosistem yang saling menguatkan. Dalam pendekatan ini, pembangunan tidak lagi berhenti pada renovasi fisik, melainkan pada penghidupan fungsi sosial dan ekonomi ruang secara aktif.
Dari Infrastruktur ke Ekosistem
Salah satu perubahan paling mendasar dalam strategi ini adalah pergeseran peran Dispora dari sekadar pelaksana program menjadi orkestrator ekosistem. Artinya, pemerintah tidak lagi bekerja sendiri, tetapi membangun jejaring lintas sektor melalui kemitraan, CSR, hingga kolaborasi media.
Model kerja yang diusulkan bersifat ramping namun kolaboratif, dengan KPI berbasis output, bukan sekadar serapan anggaran. Pendekatan ini menandai perubahan paradigma birokrasi menuju sistem yang lebih adaptif, terukur, dan berbasis dampak.
Lebih jauh, setiap program diperlakukan sebagai proyek (project-based working) yang memiliki target, indikator, dan hasil yang jelas. Sistem ini diperkuat dengan dashboard kerja digital untuk memastikan transparansi sekaligus efisiensi pengelolaan program.
Zonasi Fungsi: Mengunci Peran Ruang
Dalam kerangka pengembangan GOR Pajajaran sebagai sport tourism & event, penetapan zonasi fungsi menjadi elemen kunci. Beberapa area dirancang memiliki fungsi spesifik agar tidak terjadi tumpang tindih pemanfaatan.
Kolam renang dan wisma atlet difokuskan sebagai pusat residensi dan camp atlet maupun komunitas. Gedung serbaguna diarahkan menjadi pusat event dan expo yang dapat menampung kegiatan berskala kecil. Sementara itu, area wisma atlet tidak hanya menjadi tempat menginap, tetapi juga ruang residensi dan pengembangan talenta.
Di sisi lain, GOR juga diarahkan menjadi pusat produksi media dan konten, seperti podcast, vlog perubahan pemuda, serta dokumentasi event rutin. Integrasi ini memperluas fungsi GOR sebagai ruang narasi publik yang hidup dan dinamis.
Aktivasi Ekonomi Kreatif dan Pariwisata
Konsep pengembangan ini tidak berhenti pada fungsi ruang, tetapi juga menyentuh aspek ekonomi. Kehadiran kuliner, merchandise resmi, event kecil, hingga jasa wisma atlet menjadi bagian dari strategi perputaran ekonomi lokal.
Bangun Rumah, Renovasi Rumah dan Pekerjaan Sipil Lainnya YA ASPRO AJA
Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau !