Select Page

Ananta Film Nasional Yang Mengkisahkan Gadis Penyuka Nasi Kerak | Headline Bogor

Ananta Film Nasional Yang Mengkisahkan Gadis Penyuka Nasi Kerak | Headline Bogor

BEKASI – Press conference di Gala Premiere Ananta di CGV, Grand Indonesia, Michelle mengunkapkan “Tania itu Michelle Ziudith yang dulu . Ia bercerita tentang pengalamanya saat memerankan karakter Tania di depan media. Tidak hanya itu, Risa juga memberikan sebuah ungkapan pada media saat menulis cerita Ananta.

Ananta adalah novel romantis pertama saya. Michelle merasa surprise, karena Michelle sendiri identik dengan horor “Ananta’ adalah buku paling saya suka dari semuanya. Karena di sini saya bisa mengeluarkan emosi, meledak, saya juga ikut menangis membacanya” ucap risa saraswati.

Film Ananta adalah kisah yang di adaptasi dari karya milik Risa Saraswati, Film ini tayang di bioskop – bioskop pada tanggal 6 Mei 2018. Film yang disutradarai olehn Rizky Balki, Film Ananta hadir di tengah – tengah gempuran film – film luar negeri dan film yang bergenre horor Indonesia.

Film Ananta ini bercerita tentang seorang gadis bernama Tania yang diperankan Michelle Ziudith. Tania yang sejak ditinggal ayahnya meninggal, merasa seperti dikurung awan kelabu. Dia selalu cemberut, judes, dan arogan dengan lingkungan sekitarnya. Di sekolah Tania bahkan dicap sebagai gadis aneh yang tak memiliki kawan karena dia kerap temperamen.

Tak hanya di sekolah, kehidupan di rumah Tania bersama ibu (Nova Eliza), dan dua kakak Tania, yaitu Tama (Roy Sungkono) dan Tiara (Jihane Almira) juga sulit menghadapi Tania. Hanya Bi Eha (Asri Welas) yang bisa menaklukan Tania dengan nasi kerak buatan dia.

Sehari-hari kegiatan Tania tak lepas dari melukis. Sejak kecil, Tania memang senang melukis. Hanya ayahnya (Anjasmara) yang percaya dan mendukung kesenangan Tania. Tak heran jika Tania tinggal sendiri di paviliun, di sebelah rumah ibunya, agar hobi Tania melukis tidak terganggu. Di paviliun itulah Tania menumpahkan segala perasaan lewat lukisan, termasuk kesedihan, kekecewaan, dan kerinduan sosok ayah.

Tania tak pernah menyangka jika suatu hari hidupnya berubah lewat pemuda udik, bernama Ananta Prahadi (Fero Walandouw). Ananta atau Anta menjadi siswa baru di sekolah Tania. Dari Subang, Anta ke Jakarta untuk melihat dunia yang lebih luas dari kampungnya. Sifat polos dan selalu berpikir positif membuat Anta tak segan untuk satu bangku dengan Tania di sekolah
Awalnya, Tania sebal dengan kehadiran Anta. Pasalnya Anta memanggilnya dengan panggilan kurang keren, yaitu Teteh Tatan. Selain itu, menurut Tania, Anta bawel dan selalu mencampuri urusannya. Namun, Anta tak menyerah untuk tetap baik pada Tania. Tania mulai luluh saat Anta membawa bekal nasi kerak ke sekolah. Tania yang sangat menyukai nasi kerak tak bisa menolak tawaran Anta.

Dari situ persahabatan mereka bergulir. Hubungan Tania dan Anta bertambah dekat ketika Anta mengetahui hobi melukis Tania. Tanpa sepengetahuan Tania, Anta menjual lukisan karya Tania ke teman-teman sekolah mereka. Saat mengetahui perbuatan Anta, Tania yang semula hendak marah mengurungkan niatnya. Pasalnya, Tania tak menyangka kalau lukisan dia disukai teman-temannya.

KOMENTAR

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *