Headline Jawa Barat | Investasi Ilegal Berlanjut ke Mapolda Jawa Barat, Penasehat Hukum : Kami Muak!!!

BANDUNG – Perwakilan konsumen AT bersama kuasa hukumnya dari Kantor Hukum Sembilan Bintang & Partners menghadap ke Markas Kepolisian Daerah Jawa Barat di jalan Soekarno Hatta No. 748 Bandung. AT bersama kuasa hukumnya mengadukan perbuatan dugaan pidana yang diduga keras dilakukan oleh sosok yang dilabeli ‘KETUA’, diantaranya adalah DF, YS, SS dan RK.

Ke semua nya diadukan diduga telah melakukan perbuatan pidana penipuan, penggelapan, kejahatan perbankan dan kejahatan konsumen, sebagaimana yang telah dimaksud dalam Pasal 372 & 378 KUHP Jo. Pasal 46  UU No. 10 tahun 1998 tentang Perubahan Atas UU No. 7 tahun 1992 tentang Perbankan Jo. Pasal 8, Pasal 62 UU No. 8 Tahun 1998 tentang Perlindungan Konsumen.

Menurut salah satu kuasa humum AT, Rd.  Anggi Trianan Ismail, pada akhir bulan agustus 2020 korban melonjak naik sebanyak kurang lebih 6000 orang dengan total kerugian yang dialami konsumen sebesar kurang lebih 25 milyar, dan hampir 4000 orang diantaranya berdomisili wilayah hukum Sukabumi.

Bacaan Lainnya

Anggi menjelaskan, selain mengoreksi kinerja Polres Kota Sukabumi yang terkesan tak serius dalam penanganan, dimana kliennya  sempat merasakan kondisi tak tahu arah harus bagaimana dan seperti apa, pasalnya ketika kliennya menghadap Polres Kota Sukabumi, aduannya tidak diterima dan dianjurkan ke Polres Cianjur.

“Padahal secara asas dan doktrin ilmu hukum pidana perintah dari anggota Polres Kota Sukabumi terkesan ngawur, karena locus delicti & tempuus delicti nya terjadi di wilayah hukum sukabumi. Disisi lain hak lapor guna mendapatkan kepastian serta perlindungan hukum merupakan hak dasar warga negara yang telah dirangkum eksplisit didalam UUD 1945,” terang Anggi. (10/9)