KOTA BOGOR – Bulan Ramadhan 1446 Hijriyah kembali menjadi momen istimewa bagi umat Islam untuk meningkatkan ibadah, mempererat ukhuwah, dan memperkuat solidaritas sosial. Dalam semangat tersebut, Ikatan Keluarga Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) Universitas Pakuan angkatan 2009-2014 menggelar acara iftar Ramadhan sebagai ajang silaturahmi dan refleksi sosial.
Ketua pelaksana acara, Rd. Anggi Triana Ismail, yang juga merupakan mantan Sekretaris Umum PMII Pakuan, menegaskan pentingnya menjaga silaturahmi dalam organisasi. Menurutnya, pertemuan semacam ini bukan sekadar rutinitas tahunan, tetapi bagian dari upaya menjaga idealisme yang pernah diperjuangkan bersama.
“Sebetulnya tidak hanya di bulan Ramadhan, di hari-hari lain pun kami mengupayakan agar agenda silaturahmi ini tetap berjalan secara kontinu. Selain untuk menjaga ukhuwah, ini juga sebagai pengingat agar kita tetap mempertahankan idealisme di tengah perubahan zaman yang semakin kompleks,” ujar Anggi.
Lebih lanjut, ia menyoroti fenomena sosial yang berkembang di Kota Bogor, mulai dari bencana alam hingga polemik yang tengah terjadi di tubuh Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Bogor. Anggi menilai bahwa perubahan sosial harus dimulai dari hal-hal kecil, seperti membangun kesadaran di lingkungan terdekat.
Sementara itu, Imam Wijaya, salah satu peserta iftar yang juga mantan Ketua Komisariat PMII Pakuan, turut menanggapi kisruh yang terjadi di KNPI Kota Bogor. Ia menyayangkan jika konflik yang ada hanya didasari oleh kepentingan sektoral semata.

“Murahan dan bahkan begitu keji jika hanya karena uang (hibah), setiap kelompok saling sikut dan saling fitnah. Kembalikan marwah organisasi pemuda ini kepada jalur yang benar, yang berorientasi pada idealisme dan fastabiqul khairat (berlomba dalam kebaikan),” tegasnya.
Menurutnya, para pejabat struktural KNPI, baik yang lama maupun yang baru, perlu melakukan introspeksi dan evaluasi berkala. Ia juga mengingatkan bahwa konflik yang terjadi bisa jadi merupakan dampak dari permasalahan sosial yang belum terselesaikan sejak lama.
IKA PMII Universitas Pakuan berencana mengadakan pertemuan yang lebih besar ke depan, guna mempererat komunikasi dan membangun sinergi dalam berbagai aspek. Anggi menegaskan bahwa di usia yang semakin matang, penting untuk memanfaatkan waktu sebaik mungkin dengan melakukan hal-hal yang bermanfaat bagi masyarakat.
Acara iftar ini pun menjadi momen refleksi bersama, bahwa Ramadhan bukan hanya tentang ibadah individu, tetapi juga momentum untuk memperkuat nilai solidaritas dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar. (*)