Select Page

Internasional | Perempuan Palestina Ditembak, Tentara Israel Kembali Langgar Hukum Internasional

Internasional | Perempuan Palestina Ditembak, Tentara Israel Kembali Langgar Hukum Internasional

TEPI BARAT – Penembakan seorang warga sipil Palestina oleh tentara Israel kembali terjadi di Tepi Barat, Rabu (18/9) pagi waktu setempat. Penembakan itu tepatnya terjadi di pos penjagaan militer Qalandia yang terletak di utara Yerusalem.

Menurut laporan Kantor Berita Palestina (WAFA), tentara Israel melepaskan tembakan ke arah perempuan tersebut. Mereka tetap melukai korban meskipun tidak menimbulkan ancaman langsung. Kejadian itu direkam salah seorang warga Palestina di pos pemeriksaan pada saat kejadian. Video penembakan itu pun disiarkan sejumlah media Palestina maupun media internasional.

Salah seorang warga Palestina mengatakan, perempuan itu tampaknya ditembak di kaki. Korban dibiarkan terluka cukup lama sampai akhirnya dibawa ke sebuah rumah sakit Israel dan dinyatakan meninggal dunia, sebagaimana ditulis WAFA. Kementerian Kesehatan Palestina mengkonfirmasi meninggalnya perempuan itu, yang hingga hari ini belum dapat diidentifikasi.

Peristiwa ini pun memunculkan perhatian sejumlah organisasi pembela hak asasi manusia internasional. Saleh Higazi selaku Wakil Direktur Amnesty International untuk Timur Tengah dan Afrika Utara turut bersuara. Menurut Higazi, tindakan yang dilakukan tentara Israel melanggar hukum.

“Perempuan itu berdiri agak jauh dari para tentara Israel ketika mereka menembaknya mati. Dia tampaknya tidak membawa senjata api dan tidak menimbulkan ancaman langsung kepada para penjaga atau orang-orang di sekitarnya,” terang Higazi, sebagaimana dirilis Amnesty.org Rabu (18/9) sore. Amnesty International pun mendesak ditegakkannya keadilan internasional untuk mengakhiri pelanggaran hak asasi manusia atas masyarakat Palestina yang diduga dilakukan secara sistematis .

Hukum Humaniter Internasional adalah serangkaian aturan yang menjaga perikemanusiaan dalam meminimalisir perang bersenjata. Dalam hukum ini diatur pembatasan sarana dan metode perang serta perlindungan bagi orang-orang yang tidak berpartisipasi dalam konflik, seperti tim medis, jurnalis, warga sipil, bahkan tentara yang terluka.

“Pasukan Israel memiliki rekam jejak yang mengerikan dalam melakukan pelanggaran serius terhadap hak asasi manusia dan hukum humaniter internasional – termasuk menggunakan kekuatan yang berlebihan dan melakukan pembunuhan di luar hukum,” tulis Amnesty International.

[news.act.id]

KOMENTAR

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *