Qatar Mengutuk Keras Pasukan Israel Serbu Masjid Al-Aqsa dan Serang jamaah

Dok. Penyerangan Tentara Israel di Komplek Masjid Al-Aqsa/net*)

Dalam surat pernyataan yang dikeluarkan Kementerian Luar Negeri Qatar pada 5 April 2023, Negara Qatar mengutuk keras penyerbuan dan perusakan Masjid Al-Aqsa yang diberkahi oleh pasukan pendudukan Israel, menyerang jamaah di dalam, mencegah ambulans mencapai yang terluka dan mengevakuasi jamaah di aula sholat Al-Qibli, memberlakukan pembatasan pada gerbang masjid dan mencegah orang Palestina masuk.

“Kementerian Luar Negeri menganggap praktik kriminal brutal ini sebagai eskalasi serius dan pelanggaran terang-terangan terhadap tempat-tempat suci, perluasan kebijakan Yahudisasi Yerusalem, pelanggaran hukum internasional dan resolusi legitimasi internasional, dan provokasi terhadap perasaan lebih banyak orang. dari dua miliar umat Islam di dunia, khususnya di bulan Ramadhan yang penuh berkah,” ujar dalam pernyataan tersebut.

Dalam kesempatan itu pun, Kementerian Luar Negeri Negara Qatar mengingatkan bahwa Yerusalem adalah kota yang diduduki menurut hukum internasional, dan oleh karena itu tanggung jawab untuk menjaga hak-hak jamaah yang dijamin oleh konvensi internasional dan kemanusiaan, belum lagi penyerangan terhadap mereka dan tempat suci Islam dan Kristen di kota itu, jatuh.

Bacaan Lainnya

“Secara eksklusif pada pasukan pendudukan Israel. Dalam konteks ini, Kementerian Luar Negeri memperingatkan agar tidak melakukan perubahan apa pun pada status sejarah dan hukum Masjid Al-Aqsa, Yerusalem dan tempat-tempat sucinya. Ini juga meminta otoritas pendudukan bertanggung jawab penuh atas siklus kekerasan yang akan dihasilkan dari kebijakan sistematis mereka terhadap hak-hak rakyat Palestina, dan mendesak masyarakat internasional untuk segera mengambil tindakan untuk menghentikan langkah-langkah ini,”

Kementerian menegaskan kembali posisi tegas Negara Qatar tentang keadilan perjuangan Palestina dan hak-hak sah rakyat Palestina, termasuk hak penuh untuk menjalankan ritual keagamaan mereka tanpa batasan, dan untuk mendirikan negara merdeka mereka di perbatasan tahun 1967 dengan Yerusalem Timur. (*/DR)