Rusia Tambahkan Gerakan LGBT ke dalam Daftar Organisasi Ekstremis dan Teroris

Dok. Presiden Rusia - Vladimir Putin/Net)

Rusia memasukkan gerakan LGBT ke dalam daftar organisasi ekstremis dan teroris, mengikuti keputusan Mahkamah Agung Rusia yang menyatakan aktivis LGBT harus ditetapkan sebagai ekstremis.

Badan Rosfinmonitoring yang mengelola daftar tersebut telah membekukan rekening bank lebih dari 14.000 orang dan entitas yang dianggap ekstremis, termasuk Al Qaeda, Meta, dan Garry Kasparov.

Daftar baru ini mencakup “gerakan sosial LGBT internasional dan unit strukturalnya,” RIA melaporkan.

Bacaan Lainnya

Tindakan ini sejalan dengan kebijakan Putin yang menekankan nilai-nilai kekeluargaan dan memperketat pembatasan terhadap ekspresi orientasi seksual dan identitas gender.

Rusia telah menerapkan larangan terhadap promosi hubungan seksual “non-tradisional” serta melarang perubahan gender secara hukum atau medis dalam satu dekade terakhir.

Presiden Putin telah memperkuat langkah-langkah ini sebagai bagian dari upaya melestarikan nilai-nilai yang kontras dengan sikap Barat yang dianggap dekaden.

Kritikus menilai tindakan tersebut sebagai pembatasan kebebasan berekspresi dan hak asasi manusia.

Reaksi dari komunitas internasional terhadap langkah Rusia ini masih dalam pengawasan, sementara aktivis LGBT di Rusia dan di seluruh dunia mengecam langkah tersebut sebagai langkah mundur bagi hak-hak LGBT. (*/DR)