BPK Respon Polemik Tanah Garapan di Cijeruk, Kuasa Hukum : Hati – Hati, Ini Serius Pro Justitia

KABUPATEN BOGOR – Kasus sengketa tanah di Desa Cijeruk, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, semakin terang benderang dengan respon tegas dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI.

Dimana sebelumnya, Kantor Pertanahan atau Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Bogor menjadi sorotan karena dianggap lamban menangani ribuan hektar tanah terlantar.

Menurut Kuasa Hukum Penggarap lahan dari Kantor Hukum Sembilan Bintang, Anggi Triana Ismail menjelaskan, bahwa Presiden RI dalam pidato akhir tahun 2022 menegaskan pencabutan ijin HGU, HGB, HPL, dan sejenisnya untuk tanah yang tidak dijaga dengan baik.

Bacaan Lainnya

“Namun perintah tersebut kontradiksi dengan keberadaan anak buahnya yakni kementerian ATR BPN bapak hadi sampai ke bawahnya, terkesan mandul dan tak berdaya,” kata Anggi dalam keterangannya pada Selasa (5/12)

Anggi mengapresiasi respon BPK RI, dimana pada Pasal 23 ayat (5) UUD 1945 memberi amanat pemeriksaan tanggung jawab keuangan negara serta peraturan perundang-undangan, termasuk Undang-Undang No. 17 Tahun 2003, diharapkan dapat fokus pada sumber anggaran Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor.

“Untuk memeriksa tanggung jawab tentang keuangan negara diadakan suatu Badan Pemeriksa Keuangan, yang peraturannya ditetapkan dengan Undang-Undang,” tambahnya.

Ia meminta BPK RI dapat fokus terhadap sumber anggaran ditubuh Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor dalam melaksanakan tugas serta fungsinya dalam hal penetapan tanah-tanah terlantar diwilayah hukum Kabupaten Bogor.

“Ada anggarannya tetapi tak pernah di ekspose atau press release kepada khalayak umum persoalan penetapan tanah-tanah terlantar dikabupaten bogor, ada apa ??!!!!,” ujar Anggi.

Ia pun menegaskan akan menindaklanjuti dengan melibatkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadi langkah selanjutnya jika ditemukan penyelewengan.

“Kami akan pantau terus permasalahan ini, dan sampai sekarang saja perusahaan terus melancarkan kegiatan cut and fill diatas lahan garapan penggarap, seperti kota tanpa tuan?! ,” tandasnya. (DR)