Kabupaten Bogor Pengguna Narkoba Tertinggi ke-2 di Jawa Barat

Bogor (Headlinebogor.com) – Bogor menduduki peringkat kedua sebagai daerah dengan pengguna narkoba tertinggi di Jawa Barat. Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Bogor mengungkap jika pengguna barang haram itu tidak kurang dari 200 ribu jiwa.

Kepala BNNK Bogor, Nugraha Setia Budhi mengungkapkan, jumlah itu tidak banyak berubah sejak 2014 lalu. Sementara Bandung masih menjadi daerah dengan pengguna narkoba tertinggi di Jawa Barat.

Menurutnya, dari sekitar 34 juta penduduk Jawa Barat, sekitar 2,4% diantaranya atau sekitar 800 ribu jiwa terdeteksi positif menggunakan narkoba. “Bogor masih kedua tertinggi se-Jawa Barat setelah Bandung,” kata Budhi, Senin (10/7).

Bacaan Lainnya

Menurutnya, sejak 2014, pengguna narkoba di Bogor cenderung mengalami peningkatan. “Kebanyakan yang terlibat itu pelajar dan mahasiswa. Kesulitan lainnya, yaitu karena kebanyakan keluarga malu untuk melaporkan jika ada anaknya terlibat narkoba. Jadi kami imbau mereka untuk melaporkan saja ke BNN, supaya bisa direhabilitai,” kata Budhi.

Dia menjelaskan, BNN memiliki program pemuda anti-narkotika. Program ini menyasar pada masyarakat usia produktif yakni 13-50 tahun. “Karean dilapangan memang usia-usia segitu yang jadi pengguna. Di Bogor saja, dari kota dan kabupaten, 2,5% itu pengguna narkoba dari sekitar 7 juta penduduk,” ungkapnya.

Bahkan, kata dia, peredaran sabu saja di Bogor bisa mencapai 1 kilogram per hari dengan nilai transaksi leboh dari Rp1,5 miliar. “Bogor memang mengkhawatirkan. Karena penggunanya ada di seluruh segmen. Tidak terkecuali pelajar,” tukasnya.

Hingga Juni 2017 saja, pecandu narkoba harus menjalani rehabilitasi. Dengan kata lain, dua orang harus dikirim ke Lido, Sukabumi untuk menghilangkan kecanduannya pada narkoba.

Menurutnya, jumlah tersebut merupakan temuan jajarannya, sementara penangan berbeda dilakukan Polres Bogor maupun BNN Pusat.

“Beragam ya (kecanduannya). Ada sabu, obat-obatan maupun ganja yang menjalani rehabilitasi. Karena, memang seharusnya pengguna atau pecandu itu direhabilitasi. Bukan dipidana,” katanya.

Dia menyadari, perang terhadap narkoba tidak bisa dilakukan sendiri oleh BNNK. Menurutnya perlu ada peran serta dari masyarakat. “Bahkan, kepada orang orang tua yang jika anaknya kecanduan narkoba, bawa saja untuk direhabilitasi,” tukas Budhi.

 

(Inilahkoran.com)