Laporan Pemalsuan Dokumen dan Penggelapan Dana SMAN 2 Gunung Putri Belum Usai

Bogor (Headlinebogor) – Kasus pemalsuan dan penggelapan dana yang dilakukan pihak Sekolah Menengah Atas Negeri 2, Gunung Putri hingga kini belum juga usai. Suasana reda masih jauh dari jangkauan. Duta Angkasa, selaku Ketua Komite Sekolah yang baru, menuturkan pada Headlinebogor, Minggu (17/9) saat ditemui di Kota Wisata, Cibubur.

“Jadi banyak keuangan yang tidak transparan dari Komite yang sebelumnya. Terutama pihak sekolah. Seperti pembelian komputer yang nilai per unitnya 10 juta, namun pada nyatanya ternyata hanya berkisar 2.850.000 rupiah. Dan itu juga ternyata komputer rakitan yang belum diketahui pasti itu barang baru atau rekondisi. Selain itu laporan keuangan dari tahun 2015 juga ga transparan. Cenderung acak-acakan. Kami punya bukti-buktinya” tuturnya

Diketahui, Duta Angkasa mendapat banyak tekanan dari berbagai pihak mengenai laporannya pada Polres Bogor tanggal 25 Agustus 2017. Tidak hanya itu, ancaman pun bertubi-tubi diterimanya.

IA sebagai pelapor mengaku resah karena berulang kali ditekan oleh pihak-pihak yang berkepentingan khusus untuk mencabut laporannya. “Saya sering ditelfon sebagai bentuk peringatan sampe ancaman buat cepat mencabut laporan” paparnya

Duta menghimbau kepada seluruh orangtua siswa bahwa kasus pemalsuan dokumen dan carut marut pengelolaan keuangan oleh komite sebelumnya, bukanlah hanya isapan jempol sebagaimana pemberitaan yang sudah beredar.

Foto Dokumen Buku Kas Komite Sebelumnya

Laporan terkait SMAN 2 Gunung Putri ini merupakan laporan yang sudah kesekian kalinya. Menurut informasi yang dihimpun Headlinebogor, sudah banyak laporan ke pihak kepolisian, namun tidak ditindak lanjuti secara berkala oleh pelapor seperti sekarang. Duta melanjutkan, bahwa dirinya menemukan buku kas yang dikelola Komite sebelumnya. Terlihat angka fantastis tercantum dalam buku kas tersebut. Diantaranya perincian konsumsi mencapai 119 juta, anggaran biaya rapat mencapai 42 juta, transport mencapai 54 juta, dan biaya lainnya yang juga tidak kalah besarnya.

Komite sekolah berkumpul dalam perencanaan laporan lanjutan

Baca Juga : [button link=”http://headlinebogor.com/kabupaten-bogor/orang-tua-siswa-beberkan-dugaan-pungli-dan-pemalsuan-dokumen-di-sman-2-gunungputri-bogor” color=”red” newwindow=”yes”] Orangtua Siswa Beberkan Dugaan Pungli dan Pemalsuan Dokumen Di SMAN 2 Gunung Putri Bogor[/button]

Pelanggaran lain pun kian bermunculan pada kasus ini. Dengan mengatasnamakan keluarga menteri serta beberapa yang merupakan satuan aparatur pengamanan negara, juga berkicau demi menghalalkan lancarnya tindak pemalsuan dokumen dan penggelapan dana ini. Namun Duta tak gencar. Bahkan dirinya mengaku didukung penuh oleh anggota komite lain yang juga membelanya. Maka dari itu, berkumpulnya anggota komite sekolah pada Minggu (17/9), juga sebagai langkah awal Duta untuk membuat laporan lanjutan terhadap kasus ini.

Surat pengakuan atas pemalsuan dokumen

Beberapa dugaan penggelapan dana dan pemalsuan dokumen sudah diakui oknum terkait. Cerdik, Duta mengambil langkah bijak. Pengakuan oknum diabadikan diatas surat tertulis sebagai tindak pengakuan bersalahnya, juga sebagai barang bukti bila mana dibutuhkan dalam proses hukum kedepannya.

Laporan Wartawan (Anugrah Pratista)