Satnarkoba Polres Bogor Inspeksi Tujuh Obat Yang Ditarik Izin Edarnya

Satnarkoba Polres Bogor melakukan inspeksi terhadap tujuh obat yang ditarik izin edarnya oleh BPOM

Bogor (Headlinebogor) – Beredarnya tujuh obat terlarang Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) di apotek-apotek mendorong Satnarkoba Polres Bogor melakukan inspeksi ketersediaan obat-obatan yang dilarang BPOM itu.

Kasat Narkoba Polres Bogor, AKP Andri Alam Wijaya mengatakan, inspeksi terhadap apotek ini sudah dilaksanakan se dari Rabu (20/9). Selain melakukan pengecekan, pihaknya juga menyebarkan selembaran yang berisikan obat-obat yang dilarang oleh BPOM agar tidak dikonsumsi masyarakat dan dijual oleh apotek.

Andri menjelaskan obat-obat yang dilarang oleh BPOM atau ditarik izin edarnya, diantaranya Paracetamol Caffein Carisopradol (PCC), Magadon dengan Zat Aktif Nitrazepam, Rohypnol dengan Zat Aktif Flunitrazepam, Calmet 2 mg dengan Zat Aktif Alprazolam 2 mg, Dekstrometorfan, Tramadol produksi PT. Promedrahardjo serta obat-obatan mengandung Carisoprodol.

Baca Juga :¬†[button link=”http://headlinebogor.com/kota-bogor/jpo-bocimi-ambruk-satu-orang-tewas” color=”red” newwindow=”yes”] JPO BOCIMI Ambruk, Satu Orang Tewas[/button]

Dengan adanya inspeksi ini, Andri berharap kepada apotek, penjual obat-obatan agar tidak menjual bahkan mengedarkan ketujuh obat yang sudah ditarik izin edarnya ini.

“Ada sanksi bila pihak-pihak yang sudah dilakukan inspeksi tetap membandel menjual tujuh obat ini” jelasnya. (AP)