Select Page

STUDI ILMIAH PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA KE KEBUN WISATA PASIR MUKTI

STUDI ILMIAH PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA KE KEBUN WISATA PASIR MUKTI

(Headlinebogor.com) Pada tanggal 15 Mei 2017, Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP UNPAK melakukan Studi Ilmiah di Kebun Wisata Pasir Mukti. Lokasinya di kawasan Citeureup, Kabupaten Bogor.  Jarak antara kampus Universitas Pakuan dengan Pasir Mukti bisa di tempuh dengan waktu kurang lebih satu jam perjalanan melewati Tol Jagorawi dan keluar di Tol Sentul menuju arah pasar Citeureup. Disana kita melakukan studi ilmiah dengan tema “Pengembangan Teks Melalui Permainan Tradisional dan Nilai Kearifan Lokal”. Kegiatan yang dilakukan oleh kami bukan semata-mata untuk hiburan semata, melainkan untuk mengembangkan beberapa penelitian teks ilmiah yang harus kami kembangkan ketika berkunjung ke tempat wisata Pasir Mukti tersebut.

Kunjungan yang dilakukan dalam rangka Studi Ilmiah ini merupakan serangkaian kegiatan yang rutin setiap tahun digelar oleh Program Studi PBS Indonesia khususnya mahasiswa semester 4. Area yang ada di Pasir Mukti menjadi objek karangan teks kami dimana satu orang mahasiswa dapat membuat dan fokus dalam satu teks sesuai dengan pembagian teks. Ada 17 teks ilmiah yang akan dibuat oleh mahasiswa PBS Indosesia. Ini membuat sebuah gebrakan pengembangan keterampilan menulis yang sangat besar dimana keterampilan pengemasan kreatif penulisan dengan objek yang langsung didatangi dan nyata dan langsung adanya yang menjadikan karya tulis atau teks ini menjadi teks yang faktual dan bisa dipertanggung jawabkan keabsahannya.

Pasir Mukti yang memiliki luas sekitar 15 Hektar tak membuat semangat kami surut dan menciut untuk menyusuri beberapa objek yang ada. Berbagai objek atau wisata kebun yakni ada Dunia Tanaman, Dunia Padi, Dunia Ikan dan Tanaman Buah Dalam Pot (Tambulapot).

Kegiatan yang dilakukan ketika di Pasir Mukti berbagai macam. Dimulai dari pemberian materi  yang disampaikan oleh Ahli dalam mencangkok tanaman supaya cepat tumbuh dengan baik, tata cara membuat Tambulapot yang baik, penjelasan mengenai Dunia Ikan air tawar yang sangat mendetail hingga bagian-bagian dari fisik ikan yang dijelaskan kegunaannya satu-persatu. Tak hanya itu, masih ada lagi yang tak kalah menarik ketika kita masih bisa menemukan tempat penyimpanan tanaman padi yang sudah dipanen bernama Rumah Lumbung Padi. Arsitektur yang masih menarik dan masih mempunyai ciri khas yang sangat kental adat sunda tentang pengelolaan padi. Selain itu kita dapat langsung mendapatkan penjelasan tentang dunia padi oleh petani setempat dengan membedakan beberapa padi diantaranya ada padi biasa, ada padi ketan dan ada padi merah. Pemberian materi tentang dunia padi tidak hanya itu saja, kita di berikan dua contoh proses pembersihan padi yang menggunakan mesin dan menggunakan tumbuk yang tradisional. Tak hanya teori saja yang di berikan oleh petani, melainkan praktik cara menggebuk padi, menumbuk padi, dan mengayak padi hingga terlepas dari tangkainya dan menjadi beras.

Berlanjut, kita diajarkan lagi tentang cara pembuatan lubang biopori untuk meminimalisir terjadinya banjir di area tersebut. Sebelum kita kotor-kotoran di area permainan yang di sediakan, kita di berikan sebuat topi petani yang bernama Topi Caping. Serunya kita melukis sendiri dan sesuai dengan keinginan. Banyak sekali lukisan yang aneh sesuai dengan keinginan para mahasiswa. Selepas itu kita istirahat dan makan untuk mempersiapkan diri untuk bermain permainan tradisional.

Selepas makan, kita semua digiring dan diarahkan ke lokasi tempat bermain di area lumpur. Disana ada tempat bermain yang masih khas, yaitu tanam sambil mundur (Tandur), tarik tambang antar kelompok yang membuktikan siapa kelompok paling kuat menarik tambang, dan semakin asik juga dengan kehadiran pak prodi kita, Bapak Suhendra yang ikut berpartisipasi dalam lomba tarik tambang. Selanjutnya ada lomba gebuk bantal yang menjatuhkan lawan dalam genangan lumpur yang dalamnya kurag lebuh sepinggang orang dewasa dengan cara  memukul lawan hingga terjatuh. Hingga tiba akhirnya kita melakukan bersih-bersih badan yang sudah di selimuti oleh lumpur.

Kunjungan ini bukan semata-mata hanya hiburan semata, tapi ada timbal balik bagi para mahasiswa untuk membuat karangan sesuai dengan objek yang akan mejadi pembahasan makadari itu kegiatan kunjungan ilmiah ini menjadikan mahasiswa menjadi berfikir kreatif lagi dan membuka pemikiran yang sangat luas sesuai dengan luasnya Pasir Mukti. Bosan rasanya kita selalu ada dalam ruangan yang berisikan papan putih dengan tilisan yang sederhana hingga kita merasa di belenggu dan pola fikirserta rasional thingking kita terbatas. Maka dari itu kunjungan ini sangat bermanfaat disamping membuat mahasiswa mempunyai atmosfer belajar yang berbeda, mahasiswa juga mendapatkan pengalaman baru dan lebih mencintai negeri dengan hamparan sawah yang terhampar luas.

Banyak pembelajaran dan ilmu baru yang di dapatkan dengan kujungan studi ilmiah ini, secara sadar atau tidak sadar kunjungan ini mengarahkan kita untuk lebih peka terhadap lingkungan sekitar yang ada di bumi pertiwi, menumbuhkan rasa cita terhadap bangsa dan tanah air Indonesia khususnya di tanah legenda yaitu tanah bumi pasundan.(**)

 

KOMENTAR

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *