Aldi menambahkan, “Mandiri dalam belajar berarti guru mendorong murid agar selalu mencari informasi. Guru bisa memfasilitasi pengalaman murid dalam penemuan-penemuan. Dan yang paling penting, guru melakukan diferensiasi dalam pengajaran.”
Menurutnya, yang tak kalah penting adalah proses selanjutnya, yaitu refleksi. “Guru selalu melakukan variasi pertanyaan saat belajar dan mendokumentasikan peroses dan hasil belajar. Selain itu, guru juga selalu melibatkan murid dalam assessmen diri.”
Lebih lanjut, Aldi menyampaikan bahwa bilamana Dinas Pendidikan Kota Bogor membutuhkan kolaborasi untuk mensosialisasikan dan menjalankan program #MerdekaBelajar, KGB Bogor siap untuk membantu dan bersinergi.
Dengan hal tersebut, Fahrudin sebagai Kepala Dinas Pendidikan menyambut baik dan menjelaskan banyak tentang apa saja kebijakan-kebijakan yang telah coba dilaksanakan oleh dinas pendidikan bersama sekolah-sekolah di Kota Bogor. Di dalamnya, terdapat banyak hal yang bisa disinergikan. Termasuk membangun SDM yang berkualitas agar menjadi insan yang berkarakter melalui #MerdekaBelajar.
Dalam audiensi tersebut juga dilakukan termin tanya jawab baik oleh perwakilan KGB kepada Kadispen atau sebaliknya. Bu Aini dari SDN Kartika Sejahtera 2 menyampaikan pendapatnya tentang zonasi. Tanggapan tersebut terkait dengan kebijakan zonasi di kota dan kabupaten Bogor. Di Kota Bogor, menurut Kadispen, sudah dilakukan sistem zonasi dengan persentase yang adil.
Di akhir sesi, semua menyampaikan harapan yang sama untuk membentuk mutu serta kualitas bangsa ini melalui pendidikan. Pukul 9.45 WIB audiensi diakhiri. KGB Bogor dan Dinas Pendidikan Kota Bogor berkomitmen untuk terus melakukan komunikasi dan sinergi. Setelah kegiatan formal selesai, dilakukan sesi foto bersama dan penyerahan cenderamata. (*)