Alun – Alun Kota Bogor Kumuh dan Semrawut, Ini Tanggapan Kadiskukum Dagin

Dok. Keadaan Alun - alun Kota Bogor /DR*)

KOTA BOGOR – Proyek alun-alun Kota Bogor, yang dahulunya adalah Taman Topi, dibangun dengan biaya yang tak sedikit dan merupakan bantuan dana dari pemerintah provinsi (Pemprov) Jawa Barat, awalnya sangat diapresiasi warga, namun dalam perjalanan waktunya, kini dinilai pemandangannya mulai kumuh dan semrawut, khususnya di sepanjang Jalan Dewi Sartika yang keberadaannya persis disisi alun-alun tersebut.

Melihat kondisi di lapangan, seyogyanya di sepanjang Jalan Dewi Sartika disisi alun-alun tersebut, diperuntukan sebagai lahan parkir, bagi pengunjung termasuk para pembeli dari toko-toko yang di sebrangnya, sementara sore harinya, di seberang lahan parkir tersebut, dapat dijadikan sentra kuliner.

Namun, existingnya, ternyata kedua sisi sepanjang Jalan Dewi Sartika itu, sudah bercampur baur dipenuhi para pedagang sehingga menutupi lahan parkir bagi pengguna kendaraan baik roda dua maupun roda empat.

Bacaan Lainnya

Warga masyarakat berharap agar pihak Pemerintah Kota Bogor dapat segera mengatasi kesemrawutan sekitar alun-alun tersebut.

“Kami sudah bangga dengan adanya alun-alun sekarang ini. Tapi, kondisinya sudah mulai semrawut, dan dipenuhi berbagai kepentingan baik oleh para pedagang termasuk kondisi lahan parkir yang semakin terbatas,” keluh Fadil, warga Paledang, yang kesehariannya menggunakan kereta ke tempat kerjanya di Jakarta pada Kamis, (6/4)

Menanggapi maraknya keberadaan para pedagang kuliner termasuk PKL yang seolah berebut lahan dengan pengguna kendaraan untuk parkir, sehingga membuat kondisi semrawut, ditanggapi serius oleh kepala dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, Perdagangan dan Perindustrian, Atep Budiman.

Dikutip dari media Rakyat Bogor, Atep menjelaskan, diseputaran alun-alun, arahnya ke penertiban. Selaras dengan program pembangunan infrastruktur di jalan Dewi Sartika, Nyi Raja Permas dan Sky Bridge di area stasiun KRL.

“Di wilayah sepanjang jalan Dewi Sartika, Nyi Raja Permas dan Sky Bridge area stasiun kereta itu, akan ditertibkan sesuai dengan program pembangunan infrastruktur disana. Para pedagang termasuk PKL nya, nantinya diarahkan untuk masuk ke area pasar Anyar, sesuai dengan tempat dan fungsi nya,” Jelasnya.

Diharapkan, dalam waktu sesegera mungkin, tim gabungan dari pemkot Bogor yang akan melibatkan dinas terkait, masing-masing dishub, SatPol PP, dan dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, Perdagangan dan Perindustrian, ermasuk aparat TNI dan Polri, akan segera menertibkannya. (*/DR)