Dengar Keluhan Sopir Angkot, Komisi III Rencanakan Panggil Dinas Terkait

Dok. Ketua Komisi III DPRD Kota Bogor - H. Zaenal Abidin /Ist)

KOTA BOGOR – Komisi III DPRD Kota Bogor direncanakan akan memanggil dinas terkait untuk mengetahui seberapa besar dampak dari penutupan jalan Oto Iskandardinata (Otista) terhadap ekonomi dan angkutan umum.

“Kita juga sempat membahas untuk sopir angkot dan tempat kuliner terdampak penutupan jembatan otista. Ke depannya kita akan mengundang kembali dinas terkait untuk permasalahan sopir angkot,” Kata Ketua Komis III DPRD Kota Bogor, H. Zaenal Abidin, Senin (15/5)

Terkait dengan angkutan umum, menurut Zaenal sempat dibahas oleh Dinas terkait, yakni tentang tingginya operasional angkutan dan jauhnya rute yang dilalui.

Bacaan Lainnya

“Kebanyakan mereka yang mengeluhkan itu angkutan umum yang menggunakan bahan bakar minyak (pertalite). Keluhan sopir tingginya biaya operasional karena rute yang memutar lebih jauh,” ungkap Kang Haji – sapaan akrab Zaenal Abidin.

Sebelumnya, Ketua DPRD Kota Bogor, Atang Trisnanto berharap dengan ada opsi yang dapat menjadi solusi bagi semua pihak.

“Untuk operasional angkot yang lebih tinggi, seandainya opsi terbaik mengurangi kemacetan itu menjadi solusi . Tapi kalau ternyata tidak ada solusi nya, saya kira kami DPRD terbuka untuk membuka opsi subsidi misalkan yang diajukan oleh pemerintah Kota,” kata Atang, ditemui di Kantor KPU Kota Bogor, Senin (8/5)

Opsi subsidi bagi para sopir angkot yang terdampak, menurut Atang, bisa melalui perubahan APBD atau melalui opsi Perubahan parsial yang bisa dilakukan oleh Pemerintah Kota Bogor.

“Saya kira tinggal mencarikan saja regulasinya yang ada. Memang perlu di cari solusi terkait. Apakah pengaturan trayek nya di sempurnakan lagi atau bagaimana saya kira semua opsi harus dicoba di pelajari dan jajaki,” ungkapnya. (DR)