Dinkes Bogor Rencanakan Beli Rokok Dengan Tunjukan E-KTP

Bogor (Headlinebogor) – Rencana Dinas Kesehatan Kota Bogor untuk menerapkan pembelian rokok menggunakan e-ktp mendapat banyak pro dan kontra dari masyarakat. Khususnya dari Ketua Komunitas No Tobacco (NOTC) Kota Bogor, Bambang Priono.

Bambang menilai bahwa penerapan peraturan ini tidak akan berjalan efektif. Pasalnya bila harus memperlihatkan e-ktp akan merepotkan. Bambang juga menegaskan bahwa pembelian rokok idak harus dengan menunjukan e-ktp. Namun penjual harus jeli melihat fisik pembeli sudah dewasa atau belum.

“Jangankan menggunakan KTP, sekarang saja yang sudah ada aturannya, tidak boleh umur dibawah 18 tahun masih saja membeli rokok. Walaupun tanpa KTP, kalaulah si penjual taat pada aturan tentu tidak ada pelajar yang bisa membeli rokok,”  ujarnya.

Tingginya angka penggina rokok pemula di kota Bogor kian meningkat. Hal ini yang melatas belakangi Dinkes Bogor membuat program ini. Namun hal itu dibantah oleh survei terakhir NOTC. Dalam pernyataannya NOTC menjelaskan bahwa iklan rokok yang sangat berpengaruh mensugesti pengguna baru. Hal tersebut dinilai karena iklan rokok di Indonesia menampilkan soal kepercaya dirian yang tinggi. Sehingga pengguna baru khususnya di kalangan pelajar beranggapan bahwa dengan rokok dapat meningkatkan rasa kepercayaan diri.

Baca Juga : [button link=”http://headlinebogor.com/kota-bogor/pohon-berusia-60-tahun-tumbang-di-jalan-jalak-harupat” color=”red” newwindow=”yes”] Pohon Berusia 60 Tahun Tumbang Di Jalan Jalak Harupat[/button]

Bambang menegaskan, keberhasilan peraturan menunjukan e-ktp saat membeli rokok, tergantung pelaksanaannya. “Karena kan belum dicoba, silahkan dicoba, kira kira dimana pelaksanaannya,” tandas Bambang. (AP)