Diprotes Salah Kostum, Ketua DPRD Kota Bogor Ribut Dengan Anggotanya

Bogor (Headlinebogor.com) – Ketua DPRD Kota Bogor Untung W Maryono bikin geger sejumlah peserta sidang paripurna di Gedung DPRD Kota Bogor, kemarin. Politisi PDIP ini memimpin sidang paripurna menggunakan seragam salah satu Organisasi Masyarakat (ormas) dengan sejumlah atributnya.

Sontak, sejumlah anggota DPRD Kota Bogor pun melayangkan interupsi lantaran dianggap tidak etis memimpin paripurna menggunakan seragam ormas.

Anggota DPRD dari Fraksi PKS Teguh Rihananto melalui intrupsi mengatakan, setelah pimpinan rapat membuka dan membacakan agenda pembahasan rapat paripurna. “Intrerupsi pak ketua, terkait seragam yang di gunakan Pak Ketua, untuk menjadi Paripurna dijalankan dengan hikmat, apangkah baiknya Pak Ketua menggganti seragam terlebih dahulu,” ujar di dalam sidang paripurna.

Namun interupsi tersebut ditanggapi dengan panas oleh Untung. Dia menolak untuk berganti seragam. Ia mengaku sudah meminta izin sebelumnya akan memimpin rapat dengan menggunakan seragam yang dipakai, karena acara rapat paripurna dengan kegitan kegiatan ormas yang dipimpinnya hampir berbarengan. “Tadi sudah saya sampaikan, saya meminta maaf dari awal karena menggunakan seragam ini, tetapi tidak ada yang bilang apa-apa tetapi sekarang sudah berjalan baru jadi rame,” terangnya.

Untung juga meminta jangan sampai persoalan seragam yang ia gunakan menghambat pelaksanaan paripurna. Kecuali ia tiba-tiba dan tidak menyampaikan minta maaf. “Saya di sini tidak arogansi, bukan karena ada kesombongan disini, saya datang jauh-jauh untuk kepentingan masyarakat. Kalau seragam ini menghambat dan saya siap keluar, tidak dilaksanakan paripurnapun tidak apa-apa,” kata dia.

Setelah Untung memberikan penjelasan seperti itu, sejumlah anggota DPRD pun menjadi terpancing dan memberikan pandangan terkait ketua DPRD yang menggunakan seragam ormas di dalam paripurna hingga Untung Maryono dihujani instrupsi dari sejumlah angota DPRD yang lainnya.

Sampai salah satu politisi senior Golkar R Oyok Sukardi merasa malu atas kegaduhan yang terjadi di ruang sidang tersebut. “Seharusnya kita malu debat kusir seperti ini, pembicaraan yang tidak berkualitas,” paparnya.

Sementara itu, kondisi memanas rupanya tak hanya terjadi di ruang sidang paripurna. Saat hendak turun dari tangga, Ketua DPRD Kota Bogor, Untung Maryono tiba-tiba mengajak duel salah seorang anggota Komisi C DPRD Kota Bogor, Dodi Setiawan.

Saat dalam sidang paripurna, Dodi memang sempat lantang mengajukan interupsi, tapi selalu terputus lantaran suasana yang sempat gaduh. Usai sidang paripurna dirinya menjelaskan bahwa memang pakaian yang dikenakan Untung tidak sesuai dengan himbauan. “Pak ketua tidak memakai baju dengan yang sesuai yang diimbau dalam undangan dan pengumuman,” jelasnya.

Dirinya merasa malu atas kegaduhan yang terjadi di dalam ruang sidang. Pasalnya, sidang tersebut tak hanya diikuti oleh para anggota DPRD Kota Bogor, tapi juga berbagai pejabat di lingkungan Pemkot Bogor.

“Terjadi debat kusir kan malu kita, ditonton oleh kepala dinas, luarah, camat, malu kita. Tidak ada muruahnya, sakralnya paripurna seperti sudah tidak ada,” ujarnya.

Perdebatan yang sempat terjadi itu menurutnya ulah Untung yang enggan segera meninggalkan ruangan sidang untuk mengganti pakaian, dan malah mengeluarkan nada tinggi.
“Ketua itu sudah jelas mau pamit mundur, jangan dibahas-bahas lagi. Kalau pak ketua sudah pamit undur yah silakan. Yang penting ada wakil pimpinan yang lain, yang bisa pimpin sidang,” tutur Dodi.

Atas insiden tersebut, dirinya menghaturkan maaf yang sebesar-besarnya, terutama kepada masyarakat Kota Bogor. Karena, menurutnya sebagai anggota DPRD, seharusnya menjadi sosok panutan untuk masyarakat.
“Kita malu, kepada masyrakat Kota Bogor. Mohon maaf, tidak elok kalau terus-terusan seperti ini. Sebagai panutan masyarakat, kita harus betul-betul mematuhi, menghargai waktu,” ucapnya.

(bogordaily.net)