Headline Bogor | Duduki Ruang Walikota Bogor, Ketum HMI Kota Bogor Dituntut Laksanakan Konferensi Cabang

KOTA BOGOR – Aksi paksa Puluhan Aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kota Bogor duduki ruangan Walikota Bogor Bima Arya, karena kekecewaan terhadap birokrasi yang dinilai ingkar janji terkait kegiatan Kemah Bhakti Mahasiswa (KBM) XII HMI Cabang Kota Bogor di Kelurahan Sempur, Kecamatan Bogor Tengah berbuntut kekecewaan di internal HMI.

Kekecewaan atas tindakan reaksioner tersebut diutarakan oleh Ketua Umum HMI Komisariat Ekonomi UIKA Cabang Kota Bogor, Samsudin menilai tindakan reaksioner dengan menduduki ruang Walikota Bogor tidak sesuai dengan kepribadian HMI.

Ketua Umum HMI Komisariat Ekonomi UIKA Cabang Kota Bogor Samsudin menilai aksi tersebut layaknya kaum barbar dan tidak mencirikan seorang mahasiswa sebagai kaum intelektual.

Bacaan Lainnya

“Aksi tak terpuji Ketua Umum dan beberapa oknum Kader HMI geruduk Balaikota kemarin banyak menuai kecaman di beberapa Komisariat di HMI, Pasalnya perbuatan Ketua Umum, dan beberapa kader HMI dengan menggeruduk balaikota seperti kaum barbar dan bukan mahasiswa,” tuturnya.

Kekecawaan atas aksi tidak beretika Ketua Umum HMI Cabang Kota Bogor dan beberapa oknum kader HMI juga di ungkapkan Sofwan Ansori sebagai Ketua Umum HMI Komisariat Universitas Pakuan Cabang Kota Bogor.

“Aksi tidak beretika Ketua Umum, dan Oknum Kader HmI yang menggeruduk Kantor Walikota bagaikan aksi kaum barbar, dan tidak mencerminkan prilaku sebagai Mahasiswa Islam, Perbuatan tersebut telah mencoreng nama baik HmI, Terkhusus perbuatan tersebut membuat Nama HmI menjadi tidak baik dalam pandangan masyarakat,” ujar Sofwan.

Selain dari pada itu Samsudin dan Sofwan Juga telah berkomunikasi dengan beberapa Ketua Umum Komisariat, seperti Komisariat Hukum UIKA, Komisariat STAI Al-Mukhlisin, terkait dengan langkah tindakan tidak beretika Ketua Umum Cabang dan Oknum kader HMI.

“Kami telah berkoordinasi dengan Beberapa Ketua Umum Komisariat terkait dengan tindakan ketua umum cabang yang telah merusak nama baik HmI, kami Komisariat Ekonomi, Komisariat Pakuan dan Komisariat Hukum, serta Komisariat Teknik akan mengambil tindakan dengan mengeluarkan Mosi Tidak Percaya Kepada Ketua Umum Cabang, dan meminta agar segera melaksanakan Konferensi Cabang, Karena memang masa Bakti Saepul Wahyudin sebagai ketua umum telah melewati batas waktu sebagai mana diamanakahkan dalam Anggara Rumah Tangga HMI, kepengurusan saudara Saepul telah berakhir sejak Januari 2019 kemarin” Pungkas Samsudin

Secara terpisah Ungkapan Kekecewaan perbuatan ketua umum cabang dan oknum kader HMI yang tidak beretika juga telah di ungkapkan oleh Ketua Umum HMI Komisariat Teknik UIKA saudara Martin.

“Saya sebagai Ketua Umum HMI Komisariat Teknik UIKA Cabang Kota Bogor turut menyayangkan insiden yang terjadi di balaikota pada hari Kamis, (21/02/2019), karena tindakan reaksioner tersebut tidak sesuai dengan kepribadian HMI,” ujar Martin

Martin pun berharap Ketua Umum HMI Cabang Kota Bogor dapat mengklarifikasi dan bertanggung jawab atas insiden kurang baik tersebut.

“Maka dari itu kami meminta kepada Ketua umum HMI Cabang Kota Bogor untuk menyampaikan klarifikasi dan pertanggungjawaban atas insiden tersebut, karena berdampak kurang baik terhadap nama baik organisasi, kader, terutama komisariat dan cabang di mata masyarakat Kota Bogor bahkan berdampak kepada HMI bukan hanya di Kota Bogor,” tambah Martin. (*)