Select Page

Headline Bogor | Guru Diberhentikam Tanpa Terima Pesangon

Headline Bogor | Guru Diberhentikam Tanpa Terima Pesangon

KOTA BOGOR – Sekolah Dasar (SD) Al-Irsyad-Islamiyyah Kota Bogor memberhentikan guru secara sepihak, terkait masalah manipulasi laporan keuangan ujian sekolah tahun 2018 menurut Ketua LPP Al-Irsyad Al-Islamiyyah kota Bogor yertanggal 06 Mei 2019.

Ketua LPP Al Irsyad Al Islamyyah Syakir Munif mengeluarkan surat pemberitahuan pemberhentian kepada Ucum Mulyani.SPd sebagai guru kls 6 tertanggal 6 mei 2019 dengan nomor 002/int/LPP Al-Irsyad/V/2019 secara hormat.

3 orang terkait Manipulasi laporan keuangan ujian sekolah thn 2018 diantaranya Ucum Mulyani sebagai ketua,Darman Fillah,S.Pd.SD Kepala Sekolah dan Nemah Afif sebagai Bendahara.

Kejanggalan terkuak ketika rekan media mendatangi Sekolah, Darman Fillah masih melenggang aktip menjabat Kepala Sekolah,bersama Nemah Afif masih aktif tidak mendapat surat pemberhentian.

Darman ketika di konfirmasi mengatakan “memang benar permasalahan tersebut ada dan sy terkesan di todong tanda tangan laporan keuangan ujian sekolah oleh ketua dan saya pun siap bila mana sy di berhentikan walau tanpa uang pesangon,” jelasnya.

Ketua Lajanah Pendidikan Pengajaran(LPP) Al-Irsyad Kota Bogor, Syakir Munif tidak ada di tempat, sedangkan Taufik saat di mintai keteranganya menjelaskan”terkait pemberhentian Ucum Mulyani bukan tidak mendapat pesangon tetapi akan mendapat uang kadedeh atas kinerjanya selama 5 tahun, LPP Al-Irsyad belum sanggup memberi uang pesangon”ujarnya

Taufik menambahkan “Lembaga sangat kecewa atas perilaku ke 3 orang tersebut yang telah memberikan laporan keuangan ujian sekolah, meski demikian Ucum masih aktif mengajar bahkan akan mendapat THR”tegasnya.

Ketika di konfirmasi Darman Fillah dan Nemah Afif tidak terkena sangsi pemberhentian,Taufik menegaskan, Kewenangan yayasan untuk memutuskan,memberhentikan atau mempertimbangan dan tidak dapat di interpensi”,pungkasnya.

Ucum Mulyani saat di mintai keteranganya mengatakan,saya melaporkan Hal tersebut ke Dinas Tenaga Kerja kota Bogor terkait pemecatan dirinya tanpa di beri pesangon,jadi saya menuntut uang pesangan” tegasnya.
menurut perhitungan pasal 156 ayat (2) Undang Undang ketenagakerjaan bila masa kerja 5 thn,di bayar 5 bulan upah.

(Onizar)

KOMENTAR

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *