Select Page

HUT Ke 67 Tahun, IBI Kota Bogor Tekankan Germas Dan Pelayanan Berkualitas | Headline Bogor

HUT Ke 67 Tahun, IBI Kota Bogor Tekankan Germas Dan Pelayanan Berkualitas | Headline Bogor

KOTA BOGOR – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Ikatan Bidan Indonesia (IBI), IBI Kota Bogor menggelar acara silaturahmi bidan-bidan, bertemakan “Bidan Garda Terdepan Mengawal Kesehatan Maternal Neonatal Melalui Germas dan Pelayanan Berkualitas”.

Helatan tersebut merupakan puncak acara HUT IBI yang jatuh pada tanggal 24 Juni 2018. IBI Kota Bogor memiliki anggota sebanyak 758 Bidan yang sudah teregistrasi, baik yang berpraktek mandiri maupun yang bekerja di rumah sakit maupun instansi – instansi kesehatan.

“Artinya, bukan praktek mandiri semua tapi mereka berpraktek di satu tempat (Rumah Sakit dll-red) ada 2 bidang. Contohnya saya, sudah usia segini banyak kegiatan jadi di rumah punya anak yang juga udah punya ijin praktik. Jadi kami tidak hanya sendiri bekerja,” kata Ketua IBI Kota Bogor Kusmilatipah
kepada awak media di Gedung Kemuning Gading.

Wanita yang kerap di sapa “Ibu Ii” itu, menuturkan, sebelumnya, organisasi IBI Kota Bogor telah mengadakan pelayanan cuma-cuma untuk masyarakat.

“Kami serentak menginformasikan kepada bidan mandiri untuk di gratiskan kepada pasien, jadi walaupun hanya suntik KB satu orang kami menggratiskan. Kami mengingat ini adalah ulang tahun kami (IBI-red),” tuturnya.

Dari para anggota IBI sendiri memiliki beberapa kegiatan, sama seperti bidan-bidan lainnya, diantaranya : melayani pemeriksaan kehamilan, persalinan, KB, imunisasi bayi, dan juga melayani konsultasi kesehatan reproduksi khususnya wanita. Selain itu, jika ada moment pelayanan Safari KB di Puskesmas para anggota IBI pun ikut berperan dikesempatan tersebut. Para bidan pun mempunyai beberapa rambu untuk mengatasi pasien.

“Kami harus tahu pada saat pertolongan persalinan contohnya, kami punya patokan yang dinamakan partograf, apabila garis Partograf itu sudah melewati garis waspada, kami bidan harus waspada untuk cepat merujuk. Jadi kami tidak semuanya pasien bisa dilayani bidan, ada rambu-rambu yang harus kami taati dan kami patuhi,” jelasnya.

Dirinya mengungkapkan, bahwa IBI bertugas untuk melayani seperti umumnya para bidan baik di Puskesmas maupun Rumah Sakit (RS), contohnya melayani ibu hamil, memberikan asuhan kepada ibu hamil, ibu melahirkan,dan kepada ibu nifas habis melahirkan hingga 42 hari.

“Diantara itu kami juga memberikan pelayanan KB, pelayanan itu bisa ada di Rumah Sakit (RS), kalau mereka dosen mereka melayani mahasiswinya tapi tetap mereka adalah bidan. Ada juga yang praktek mandiri, tidak kerja di rumah sakit atau puskesmas tapi mereka mempunyai izin praktik,” ungkapnya.

Selama ini IBI telah berkiprah dimasyarakat bertugas untuk mendampingi para perempuan dan sahabat perempuan otomatis.

“Dengan bekerja sama dengan Pemerintah Kota kami punya kesempatan untuk mengimplentasikan ilmu pelatihan yang kami dapatkan, karena apa artinya seorang bidan tanpa kerja sama dengan instansi lain,” harapnya.

IBI sendiri tidak mengharapkan nilai atau pun tanda jasa tetapi mengharapkan agar bisa mengamalkan ilmu yang mereka miliki untuk membuat masyarakat puas.

“Jika masyarakat puas berarti kami juga puas dengan memberikan pelayanan,” pungkasnya.

Deroy

KOMENTAR

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *