Jelang Lebaran, 28 Bus tak Laik Jalan Dikandangkan

Bogor (Headlinebogor.com) – Sebanyak 28 bus dari ber­bagai jurusan dan trayek yang akan digunakan untuk armada arus mudik Lebaran 2017 ini dilarang beroperasi. Larangan itu diberikan karena bus tersebut tidak lulus pemeriksaan.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Terminal Baranangsiang Islahudin mengatakan, setelah di­lakukan ram chek untuk angkutan Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) dan Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP), maka bus tersebut dilarang beroperasional selama Lebaran.

“Semua akhirnya ditilang dan berkas diserahkan ke Pengadilan Negeri (PN) Bogor. Jadi selama Lebaran harus distop dulu,” ungkapnya kepada Metropolitan. Sementara jika Perusahaan Otobus (PO) ngotot mengoperasikan, lanjut Islahudin, pihaknya akan mencabut trayeknya. “Itu sangat membahayakan penumpang. Kami bisa men­cabut taryeknya,” tegasnya.­

Bacaan Lainnya

Setelah menyelesaikan permasalahan administrasi pemulangan, para operator PO diwajibkan memenuhi semua persyaratan yang men­jadi pelanggaran. Setelah itu armada diizinkan berop­erasi kembali di terminal. “Kita akan menunggu dulu, apakah semua pelanggaran dan per­soalan administrasinya sudah diselesaikan apa belum. Kalau memang masih bermasalah, maka tidak boleh beroperasi. Tetapi kalau administrasinya sudah selesai, maka akan ditinjau kembali untuk digu­nakan sebagai armada arus Lebaran,” paparnya.

Sementara Pengamat Trans­portasi Djoko Setijowarno mengimbau bus-bus yang tak layak jalan tersebut harus diserahkan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor ke pihak kepolisian. Hal itu agar pihak kepolisian menyitanya. “Kalau hanya surat-surat saja, maka bus tersebut bisa saja memban­del dan beroperasi. Tetapi kalau ditahan, yakin mereka sudah tidak bisa beroperasi,” katanya.

Djoko menambahkan, harus ada tindakan tegas dari dishub dan pihak kepolisian kepada sejumlah PO yang nakal. Se­hingga, kecelakaan yang sering terjadi di bus akan berkurang. Selain itu ia juga meminta agar setiap PO pariwisata diperketat pemeriksaan busnya. Sebab, selama ini kecelakaan bus ke­banyakan terjadi di bus-bus pariwisata. “Kalau saat ini PO konvensional sudah diperketat, tinggal PO pariwisata yang di­perketat,” ungkapnya. (Metropolitan)