Kepsek SMP SMA Bogor Raya : Toleransi Keberagaman

Headlinebogor.com__Pendidikan Indonesia dengan sejuta kontroversinya tetap menjadi hal wajib bagi para orangtua untuk mencerdaskan dan juga sebagai lahan berkembang untuk anaknya. Guru sebagai pedoman bagi para murid, haruslah memiliki kesabaran yang tinggi dalam menangani berbagai karakter siswa. Seperti Andri Nurcahyani. Wanita yang berkarir di dunia pendidikan ini dikenal ramah oleh para muridnya. Meskipun kini beliau sebagai kepala sekolah, sosok pendidik idaman pantas disematkan padanya.

Mengawali karirnya sebagai asisten guru, Ibu Andri ini sudah berkarir di beberapa sekolah sejak lulus tahun 1998. Mengajar sebagai guru SD kelas satu di sekolah Madania Parung, wanita berkacamata itu mengaku enjoy di dunia pendidikan. Pada awalnya tidak terfikir sedikitpun untuk menjadi guru. Karena kesenangannya pada dunia sastra, khususnya sastra Inggris, beliau memilih jurusan guru untuk mengamalkan ilmunya kelak dan berguna pada masyarakat. Prestasinya di dunia pendidikan juga tidak dapat dianggap biasa. Menjadikannya sebagai Kepala Sekolah merupakan apresiasinya pada dunia pendidikan. Jiwa sosial yang tinggi membuat beliau bergabung sebagai trainer dalam Indonesia Mengajar.

Istri dari Teguh Priyanto ini memiliki visi tentang mengajarkan toleransi keberagaman pada setiap siswa siswi yang dibinanya. Berkarir di Sekolah Bogor Raya sejak enam tahun lalu, Andri nyaman dengan lingkungannya sekarang. Keberagaman yang telak disandang sekolah ini mampu dirangkulnya dengan menjunjung kepedulian antar sesama. Pribadi yang fasih berbahasa Inggris membuatnya membuka tembok pembatas antar perbedaan yang ada di tempat berkarirnya sekarang. Tak dapat dipungkiri, beberapa murid dan pengajar di Sekolah Bogor Raya memang berstatus Warga Negara Asing (WNA). Gayanya yang santai dan bersahaja membuat para murid dan guru WNA nyaman didekatnya. Diskusi yang santai dengan komunikasi yang baik menjadi kunci rahasianya menjaga kekompakan di lingkungannya.

Kiprahnya menjadi kepala sekolah sudah dimulai pada tahun 2005 di sekolah Madania yang berlokasi di kawasan Parung Bogor. Sempat menjajal karir di Ibukota namun takdir menariknya kembali mengabdi di kota hujan. Suka duka sebagai pendidik sudah pernah dialaminya. “Dukanya seperti kalau ada orangtua murid yang komplain.. Bagaimana pun kami adalah manusia biasa yang bisa berbuat salah. Sukanya kalau melihat siswa siswi sini yang setelah lulus kemudian mereka berhasil” jelasnya dengan murah senyum. Selama enam tahun dirinya berkiprah di Sekolah Bogor Raya, banyak prestasi siswa siswi binaannya di kompetisi nasional bahkan internasional. Selain mengharumkan nama sekolah, Ibu kepsek itu memiliki kepuasan tersendiri melihat siswa siswi binaannya berhasil.

Bacaan Lainnya

Melihat dari pribadinya yang baik hati, pantaslah beliau disukai lingkungannya. Kondisi bangsa yang sedang kritis keberagaman dan perbedaan menjadi spirit khusus baginya untuk terus meningkatkan toleransi keberagaman. Maka dari itu, wanita berpembawaan ramah ini selalu menekankan toleransi keberagaman.Bila dengan berbeda kita ada. Perbedaan membuat warna lain yang tidak monoton. Tutur Bu Andri pada Jabaronline.com diakhir wawancara