Mahasiswa PMII Bentrok dengan Aparat, Pemkot Bogor Dinilai Gagal Terkait Cagar Budaya

Bogor (Headlinebogor.com) – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Bogor, melakukan aksi demo di depan kantor Balaikota Bogor. Mereka menuntut Walikota Bogor Bima Arya untuk segera menuntaskan program enam skala prioritas. Selain mengingatkan Walikota, para pendemo juga meminta walikota untuk menghidupkan kembali budaya Sunda dan memperhatikan seluruh cagar budaya yang ada di Kota Bogor.

“Walikota Bima Arya lebih mementingkan pembangunan taman dibandingkan soal sejarah Kota Bogor. Banyak sejarah cagar budaya di Kota Bogor yang tidak diperhatikan, karena Walikota nya sibuk terus dengan kegiatan kegiatan seremonial dan pencitraan,” ujar kordinator aksi, Tomy, Selasa (18/4/17).

Selain lupa akan cagar budaya, sambung Tomy, Bima Arya juga tidak mampu menyelesaikan permasalahan PKL di Kota Bogor. Seperti masalah penggusuran PKL berkedok relokasi, belum ada yang selesai, yang ada menimbulkan kasus permasalahan hukum, seperti pembelian lahan di Warung Jambu untuk relokasi PKL, program itupun bermuara di hukum bahkan Walikota Bima Arya ikut terlibat dalam kasus tersebut.

Bacaan Lainnya

Para mahasiswa juga menyoroti banyaknya pembangunan tata ruang yang tidak jelas tanpa memperhatikan amdal, pembangunan Tol BORR Seksi 2 yang tidak memperhatikan lingkungan disekitarnya, kemiskinan yang masih menyelimuti Kota Bogor sekitar 49.522 rumah tangga atau 120 ribu jiwa hidup dalam kemiskinan dan baru 7.135 yang tersentuh program pemerintah.

“Bima Arya harus memberikan penjelasan yang kongkrit kepada masyarakat, karena kinerjanya selama 3 tahun memimpin Kota Bogor belum menghasilkan apa-apa,” tegasnya.

Aksi demo yang dilakukan mahasiswa berujung bentrok dengan sejumlah aparat kepolisian. Mahasiswa yang membakar ban bekas di Jalan Juanda, langsung dipadamkan oleh aparat kepolisian, sehingga bentrokan tidak terelakan. Namun kedua belah pihak mampu meredam emosinya sehingga bentrokan tidak meluas. Mahasiswa juga merusak pagar pintu masuk Balaikota yang dijaga aparat Satpol PP Kota Bogor. Setelah menyampaikan seluruh aspirasinya, mahasiswa akhirnya membubarkan diri.

 

 

 

Sumber : http://bogorchannel.co.id/bentrok-dengan-aparat-pmii-tuntut-walikota-perhatikan-cagar-budaya/