Select Page

PemKot Bogor Jangan Mencari Kambing Hitam Tapi Carilah Solusi | Headline Bogor

PemKot Bogor Jangan Mencari Kambing Hitam Tapi Carilah Solusi | Headline Bogor

KOTA BOGOR – Secara verbatin saya kutip tanggapan Bapak Wali Kota Bogor Bima arya terkait pernyataan meniadakan Car Free Day (CFD) pada hari minggu pukul 06.00-09.00 melalui media sosial pemerintah Kota Bogor beberapa hari lalu. Isi tanggapannya adalah CFD akan ditiadakan dengan alasan macet dan alasan keduanya ialah akibat adanya pasar dadakan (seperti tahu bulat dadakan) kira-kira dalam bahasa saya rakyat jelata seperti itu.

Karena Pak Bima Arya memberikan tanggapan sayapun juga ingin berbalas tanggapan, saya mengamati dan berusaha menelaah redaksi pemimpin kota Bogor yang baru terpilih lagi saat pilkada tahun 2018 kemarin.

Dari hasil telaah saya, ada sesuatu pesan tersirat yang secara halus pemerintah melarang aktivitas CFD yang rutin tiap minggu itu di Kota Bogor tepatnya di lapangan sempur dan sekitarnya, imbuh Okto Nahak (Ketua PMKRI Cabang Bogor periode 2018-2019)

Yang kedua adalah pernyataan pemerintah yang keluar dari bibir Bapak Wali Kota tersebut cenderung sedang menciptakan kambing hitam dan kambing hitamnya adalah masyarakat kecil (Pedagang Kaki lima dan masyarakat lainnya) atas persoalan kemacetan dari aktivitas CFD padahal Kota setiap harinya macet.

Alih-alih pemerintah memperlihatkan suatu skema memimpin yang buruk di awal pemerintahan 5 tahun kedepan, dengan alasan yang di buat-buat menunjukkan kebrobrokan logika dan kedunguan berpikir yang secara nyata di perlihatkan oleh pemimpin Kota Bogor tersebut.

Kemacetan dan pasar mendadak bukan alasan yang tepat untuk menghentikan CFD tersebut. Saya kira ada solusi yang baik selain terus menyalahkan masyarakat. Seharusnya tidak mencari kambing hitam tapi mencari solusi yang cerdas, Tukas Ketua PMKRI Cabang Bogor periode 2018-2019, melawan radikalisme dan intoleransi melalui fasilitas publik merupakan langkah yang kongkrit

Saya secara pribadi mengajak masyarakat Kota Bogor untuk menyuarakan #save_CFD dimanapun diviralkan karena pada hakikatnya CFD merupakan wadah aktivitas sosial yang sehat dan berdampak secara sosial budaya di tengah masyarakat meskipun ada beberapa persoalan saya kira tuan-tuan yang duduk di kursi legislatif bisa menyiasati hal tersebut termasuk pemerintah tanpa membuat alasan yang tidak logis.

Para tuan-tuan besar di pilih karena peghargaan atas intelektual yang tinggi dan semangat dedikasi yang tinggi membangun kewarasan berpikir dan bertindak untuk mewujudkan Kota Bogor yang Beriman (bersih indah dan nyaman). Tambah Okto Nahak.

KOMENTAR

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *