Polisi Tetapkan Tiga Pelaku Pembunuhan Hilarius

Bogor (Headlinebogor) – Tragedi yang menelan korban Hilarius (15), siswa SMA Budi Luhur telah sampai pada penetapan tersangka. Sedikitnya sampai saat ini ada sebanyak tiga tersangka yang sudah ditetapkan dan sedang diburu oleh Polresta Bogor.

Para tersangka sendiri teridentifikasi merupakakan alumini dan siswa yang masih terdaftar sebagai pelajar. Tiga tersangka tersebut berinisial B, T dan M. Seperti yang sudah diketahui sebelum menetapkan tiga tersangka pihak polisi telah memanggil 17 orang saksi untuk dimintai keterangan.

Kapolresta Bogor Utara, Kombes Pol Ulung Sampurna mengatakan pihaknya telah berhasil menetapkan tiga orang sebagai tersangka, “iya tiga orang sudah ditetapkan sebagai tersangka. Kalo diamankan belum, anggota reskrim masih bekerja, masih dikejar tersangkanya,” tuturnya. Ulung melanjutkan bahwa pihaknya belum bisa mengatakan identitas tersangka sepenuhnya.

Bacaan Lainnya

Akar masalah kasus ini bermula dari Hilarius Christian Event Rahajo, siswa kelas 1 SMA Budi Mulya yang meregang nyawa akibat diadu dengan B, Siswa SMA Mardi Yuana pada Januari 2016 lalu yang dilakukan di lapangan dekat SMA Negeri 7 Bogor.

Baca Juga : [button link=”http://headlinebogor.com/kota-bogor/hari-perhubungan-nasional-bogor-luncurkan-armada-khusus-difabel” newwindow=”yes”] Hari Perhubungan Nasional, Bogor Luncurkan Bus Khusus Difabel[/button]

Kasus ini menjadi perhatian publik setelah Ibu korban, Maria Agnes menulis permohonan kepada Presiden Jokowi lewat akun Facebooknya. Menanggapi hal ini pihak kepolisian Bogor Utara turun tangan dengan kembali melakukan penyelidikan.

Ini siswa yang pakai seragam kotak2 MARDI YUANA BOGOR. YANG PALING UJUNG KANAN ADALAH EKSEKUTOR PEMBUNUH ANAKKU……DIA ADALAH ANAK TIRI DARI PAK SATPAM YG SKRG JADI KOSTER DI GEREJA SANTO FRANSISKUS ASISI SUKASARI BOGOR

Tulis Maria Agnes Ibu dari Hilarius dalam postingan facebooknya

Demi menyelesaikan kasus ini makam Hilarius pun kembali dibongkar guna dilakukan autopsi. Hasilnya polisi menemukan bukti kelainan pada organ tubuh Hilarius akibat kekerasan yang menyebabkan siswa 15 tahun itu meregang nyawa. (Elgia Septian/AP)