Select Page

Sapa Warga Melalui “Kopi Hitam Menuju Balaikota” Ala Pasangan RZ | Headline Bogor

Sapa Warga Melalui “Kopi Hitam Menuju Balaikota” Ala Pasangan RZ | Headline Bogor

KOTA BOGOR – Calon Wali Kota Bogor nomor urut satu, Achmad Ru’yat yang berpasangan dengan Zaenul Mutaqin (ZM) kembali melakukan blusukan sapa warga di Kampung Lebak Kantin RW 05, Kelurahan Sempur, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Selasa (20/03/2018).

Kedatangan calon nomor urut satu Kota Bogor itu langsung disambut antusias oleh warga dan dijamu dengan makanan khas sunda serta secangkir kopi hitam. Sembari meminum kopi, Achmad Ru’yat memaparkan visi misi pasangan RZ dengan program prioritas membangun Kota Bogor yang nyaman lahir bathin kepada ratusan masyarakat yang hadir. Mensejahterakan rakyat, membangun wilayah yang mandiri dan menghadirkan pemimpin yang amanah, merupakan perjuangan yang Akan diwujudkan pasangan RZ.

Kondisi tersebut tampak berbeda dari sebelumnya. Menurut Achmad Ru’yat, para pemimpin yang hadir dan membawa perubahan berawal dari interaksi sosial dengan masyarakat. Namun, media yang sangat efektif untuk melakukan pendekatan dengan masyarakat adalah dengan ngopi bersama.

“Selama kampanye, dimanapun kami berinteraksi sosial dengan masyarakat pasti selalu ada kopi hitam, karena melalui ngopi inilah kita bisa lebih akrab berdialog dan berdiskusi dalam membicarakan berbagai hal seperti terungkapnya warga yang membutuhkan bantuan RTLH, tidak meratanya bantuan beras sejahtera, adanya bantuan PKH yang tidak tepat sasaran dan sebagainya,” ucap Achmad Ru’yat.

Selain menjadi media interaksi sosial yang efektif bersama warga, sambung Achmad Ru’yat, ngopi juga sangat menginspirasi ketika nanti melaksanakan tugas di Balaikota.

“Dengan ngopi juga, bisa mempengaruhi pengambilan kebijakan, termasuk kebijakan anggaran karena semua terungkap dari hasil ngopi – ngopi bersama warga,” kata Achmad Ru’yat.

Lebih lanjut, Achmad Ru’yat menambahkan, hikmah interaksi sosial melalui ngopi atau dirinya menyebut “Kopi Menuju Balaikota” , itu bisa mempengaruhi pengambilan kebijakan yang lebih objektif, tentu kebijakan yang dibutuhkan oleh masyarakat.

“Jadi melalui ngopi – ngopi, semua persoalan warga atau yang berada di wilayah bisa diselesaikan dengan baik serta melalui ngopi juga warga bisa langsung menyampaikan berbagai keluhan dan aspirasinya,” pungkas Achmad Ru’yat.

KOMENTAR

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *