
BOGOR – Setahun ditutup karena pandemi, kawasan Sirkuit Sentul kembali dibuka untuk berbagai event dan kegiatan olahraga otomotif. Termasuk aktivitas olahraga yang sedang trend di kalangan masyarakat, yakni olah raga bersepeda alias gowes.
Direktur Utama Sentul Internasional Sirkuit Tinton Soeprapto mengatakan, belakangan ini cukup banyak warga masyarakat yang datang dan menikmati kegiatan olahraga sepeda di kawasan Sirkuit Sentul.
Hal itu disampaikan Tinton di sela acara Circuit Fun Bike Race, yang digelar komunitas CEO Indonesia, Minggu (14/3). Event otomotif pertama yang digelar di masa pandemi adalah kejuaraan drag race nasional yang diikuti peserta dari berbagai provinsi.
Tinton mengatakan, selain kegiatan latihan dan event race, pihaknya memang membuka kesempatan bagi para penggemar gowes untuk merasakan sensasi bersepeda di lintasan sirkuit internasional tersebut.
“Dibanding di jalan raya yang ramai dengan lalu lintas kendaraan bermotor, bersepeda di lintasan sirkuit tentunya lebih aman dan bebas polusi,” ujar pengusaha yang juga tokoh pembalap mobil nasional itu.
Bersepeda di dalam lintasan sirkuit belakangan memang menjadi alternatif para pegowes yang belakangan marak dilakukan warga.Para pegowes dari berbagai komunitas mendatangi sirkuit Sentul merasakan sensasi bersepeda di lintasan balap mobil tersebut.
Salah satunya komunitas Gowes CEO Indonesia yang menggelar event “Sirkuit Fun Bike” di lintasan sirkuit Sentul pada Minggu 14 Maret pagi. Ketua Umum Yayasan Global CEO Indonesia, Trisya Suherman mengatakan, pihaknya sengaja menggelar event gowes bersama sebagai ajang bagi para anggota, yang terdiri dari para pengusaha dan eksekutif perusahaan yang memiliki hobi yang sama, yakni bersepeda.

Trisya menambahkan dibukanya kawasan Sirkuit Sentul menjadi alternatif yang sangat menarik bagi warga untuk melakukan aktivitas olahraga khususnya bersepeda.
“Bersepeda di lintasan sirkuit yang sangat luas ini menawarkan suasana yang berbeda. Bebas polusi sekaligus aman dan nyaman”, ujar Trisya.
Trisya menambahkan, dengan bersepeda di sirkuit,, maka tidak perlu khawatir dengan banyaknya kendaraan bermotor yang seringkali membahayakan keselamatan peseda, seperti yang baru-baru ini terjadi. Dimana seorang seorang pegowes terluka parah akibat terlindas mobil di bunderan Hotel Indonesia, Jakarta.
Ketua Panitia CEO Circuit Fun Bike yang menggelar acara gowes bareng di Sirkuit Sentul, Imam Budi Mulyana mengatakan, gowes bareng di lintasan sirkuit seperti di Sentul menawarkan atmosfir yang berbeda bagi para penggemar gowes dan komunitas gowes yang belakangan cukup marak bermunculan.
Lintasan sirkuit juga bisa menjadi alternatif yang sangat baik bagi para peseda – terutama jenis roadbike – untuk memacu sepedanya tanpa khawatir dengan kendaraan lain seperti mobil dan sepeda yang kerap membahayakan keselamatan para peseda.
“Dengan karakter yang berbeda, lintasan sirkuit memberikan kesempatan bagi para pegowes khususnya para peseda pro untuk menjajal kemampuan mereka di lintasan balap”, tutupnya.
Selain diajak menikmati lintasan dengan dengan sepeda atau “sirkuit touring”; para peserta peserta juga dibekali dengan coaching clinic mengenai olahraga sepeda; termasuk berbagai tantangan lomba atau fun race sebagai bagian dari upaya mengenalkan peserta pada olahraga yang berhubungan dengan balapan atau race; khususnya olahraga sepeda.
Sementara itu dalam kesempatan yang sama direktur utama Sentul Internasional Sirkuit Tinton Soeprapto mengatakan pada tahap awal dibukanya sirkuit Sentul respon masyarakat sangat antusias. Meski masih terbatas, pada prinsipnya selain untuk latihan dan event balap otomotif, Sirkuit Sentul bisa dimanfaatkan menjadi alternatif untuk kegiatan olahraga lain seperti sepeda, dan berbagai kegiatan lain yang membutuhkan tempat luas. (*)
Bangun Rumah, Renovasi Rumah dan Pekerjaan Sipil Lainnya YA ASPRO AJA
Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau !