Kapolri Teteskan Air Mata di Acara Hoegeng Awards 2022

JAKARTA – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menangis haru melihat antusiasme masyarakat yang tinggi dalam memilih figur polisi teladan di Hoegeng Awards 2022, dalam rangka HUT Bhayangkara ke-76 tahun ini.

“Saya tadi sempat menitikkan air mata. Saya mengambil tisu pura-pura saya. Tapi sebenarnya saya menangis karena saya pikir penilaian masyarakat terhadap Polri sudah sangat jauh,” ujar Sigit dalam sambutannya pada acara yang dihelat di The Tribrata Darmawangsa, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (1/7)

Sigit mengatakan tingginya partisipasi masyarakat yang mencapai 67 ribu orang itu sebagai bentuk apresiasi masyarakat kepada institusi yang dipimpinnya.

Bacaan Lainnya

“Alhamdulillah masih ada 67.000 masyarakat menilai bahwa dari 67.000 itu layak untuk kemudian masuk dalam kriteria diberikan Hoegeng Awards,” ucapnya.

Sigit menyatakan institusinya akan terus berbenah dan terus menbuka ruang agar masyarakat bisa menilai dan mngkritik, sehingga Polri kemudian memahami apa yang harus diperbaiki dan menjadi harapan masyakat.

Sigit menganalogikan ktirik itu sebagai obat yang harus tetap dimakan meskipun pait agar terjadi kesembuhan.

“Kritik itu ibarat obat, walaupun itu pait harus kita makan, supaya kita sembuh dari penyakit. Demikian juga apabila kita mendapat apresiasi dan apresiaisi itu mmbuat kita lupa, itu ibarat gula yang manis, tapi kalau kita terlalu banyak memakan gula itu, maka kita akan menjadi sakit,” ucap Sigit yang disambut tepuk tangan tamu undangan.

Sigit mengemukakan pihaknya akan terus berupaya menteladani Hoegeng agar menjadi lebih baik, serta terus berupaya menjadi insitusi yang memberikan pengayoman, pelayanan yang baik, dekat dan di cintai masyarakat. Ia pun menyampaikan pesan Hougeng yang selalu ditanamkan oleh Polri tentang pentingnya menjadi orang baik.

“Kita lahirkkan semangat dari Pak Hoegeng, dan kita munculkan Hougeng-Hougeng baru. Ingat pesan Pak Hoegeng, ‘Memang baik jadi orang penting, tapi lebih penting menjadi orang baik’, dan itu selalu kita tanamkan,” tuturnya.

Sigit menyampaikan terim kasih kepada para Dewan Pakar, masyarakat dan semua pihak yang telah mendukung kegiatan HUT Bhayangkara, khususnya dalam acara Hoegeng.

“Terima kasih keluarga Bapak Hoegeng, Ibu Meri, anak, cucu dan cicit beliau, akan selalu menjadi teladan bagi kami semua, bagi junior-junior beliau, bagi institusi Polri untuk bisa terus melangkah mengarah ke suatu teladan yang menjadi panutan kita bersama. Dan itu tentunya menjadi tekad kami bahwa kami akan terus berbenah dan memperbaiki diri. Komitmen kami sebagai institusi yang tidak antikritik terus menerus kami bangun,” pungkasnya. (*)