Select Page

PELUKIS IDRIS BRANDY: PEDULI LINGKUNGAN MELALUI SENI | Headline Bogor

PELUKIS IDRIS BRANDY: PEDULI LINGKUNGAN MELALUI SENI | Headline Bogor

NASIONAL – Mendengar kata limbah mungkin yang bisa dibayangkan adalah buangan yang dihasilkan dari suatu proses produksi baik industri maupun domestik (rumah tangga), yang biasa kita sebut SAMPAH.

Lalu bagaimana ketika seorang seniman menjadikan sampah menjadi sebuah karya seni.

Adalah IDRIS BRANDY salah seorang “SENIMAN LIMBAH” Indonesia, pria kelahiran Jakarta 1 februari 1980 tersebut menjawab lewat pameran tunggal ke tiga nya di Balai budaya menteng Jakarta Pusat.

Judul : Citarum Menolak

Pameran yang terbuka untuk umum ini digelar mulai tanggal 1 hingga 10 April 2018.
Dengan mengusung tema “RESET” atau SETTING ULANG beliau berpendapat bahwa seperti halnya DUNIA DIGITAL ketika “SAMPAH” sudah menumpuk maka akan menyebabkan ERROR oleh karena itu kita perlu “mengatur ulang” agar sampah tersebut hilang atau bahkan bisa benar benar hilang.

Atas dasar hal tersebut juga kepedulian beliau dalam melihat lingkungan bahkan alam semesta yang masih begitu kotor, keruh bahkan kumuh menjadikan ide dasar di gelar nya pameran tunggal ke tiga ini, beliau berasumsi bagaimana kondisi dunia kedepannya apabila permasalahan sampah ini tidak diurus secara serius.

seperti salah satu karya beliau yang dipamerkan berjudul CITARUM MENOLAK , dimana kita semua tahu bahwa sungai Citarum masuk kedalam salah satu sungai terkotor didunia.

Digambarkan dengan instalasi yang sangat bagus sekali menggunakan limbah stryofoam yang dibentuk seperti sekumpulan manusia, ada yang digantung dan sebagian berserakan dibawah, karya ini menggambarkan bagaimana kita menyikapi alam dengan bijak.

“alam adalah saya, dan saya adalah alam, jadi ketika kita mencoba merusak alam maka tentunya kita juga merusak diri kita sendiri.” ucap pria gondrong tersebut.

Lewat cara berkesenian seperti ini beliau ” berbicara ” kepada kita, menuangkan seluruh rasa galau yang selama ini membebani pemikiran beliau.

Dengan mendirikan studio BONGKARKOTAK dan dengan jiwa seni yang beliau kuasai nampaknya telah berhasil menciptakan banyak karya seni baik itu rupa maupun lukisan dengan media sampah tersebut.

“Secara konsep saya mengutarakan kita harus menolak segala sampah ataupun limbah yang berserakan di sungai Citarum, mengajak masyarakat untuk sadar ketika mereka melihat kejadian seutuhnya seperti di Citarum.
Mari kita selamatkan Citarum dan menjaga sungai2 lain sebelum bernasib sama seperti
Citarum. ” Ujarnya

Apakah keindahan negeri ini hanya bisa dinikmati dan dilihat indahnya dari kejauhan?
ketika kita dekati…, ternyata negeri ini ternyata seperti Tempat Pembuangan Akhir (TPA)

Heri Delly

KOMENTAR

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *