Polri Raih WTP 9 Kali, Kapolri : Kami Akan Terus Lakukan Perbaikan

Dok. Div. Humas Polri

JAKARTA – Mabes Polri kembali meraih predikat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI). Penghargaan ini diraih sembilan kali berturut-turut.

Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo mengatakan, penghargaan ini merupakan wujud komitmen Polri yang selalu transparan dan akuntabel dalam menggunakan keuangan negara.

“Kami akan terus berkomitmen terkait dengan pemanfaatan dan penggunaan keuangan negara secara transparan dan akuntabel serta bisa dipertanggungjawabkan,” kata Sigit usai meraih predikat WTP dari BPK di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (28/6).

Bacaan Lainnya

Lebih lanjut, Sigit menyebut Polri akan terus mengawal seluruh kebijakan Pemerintah hingga mendorong pemasukan atau peningkatan anggaran APBN.

“Kami juga selalu ikut mendorong dari sisi PNBP dan mengawal seluruh kebijakan pemerintah dalam menjaga pertumbuhan ekonomi, menjaga agar APBN tetap bisa berjalan baik di situasi yang penuh ketidakpastian ini, dengan mengawal melalui berbagai strategi tranformasi ekonomi,” ujarnya.

“Sekali lagi terima kasih atas opini yang telah diberikan kepada kami. Kami akan terus melakukan perbaikan untuk tahun-tahun ke depan,” sambung eks Kapolda Banten itu.

Dalam kesempatan yang sama, Pimpinan Pemeriksaan Keuangan Negara I BPK RI Nyoman Adhi Suryadhnyana menyebut perolehan predikat WTP sembilan kali berturut-turut yang diterima Polri merupakan suatu prestasi dari institusi negara.

“Pak Kapolri beserta seluruh jajaran, dalam melaksanakan pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara secara akuntabel dan transparan,” kata Adhi.

Adhi berharap, prestasi yang diperoleh Polri dapat dipertahankan. Mengingat, menurut Adhi, kepolisian memberikan kontribusi signifikan terhadap penerimaan negara, khususnya dari yang bukan pajak atau PNBP.

“Sehingga Kepolisian RI adalah suatu institusi yang memberikan pengaruh yang signifikan terhadap laporan keuangan pemerintah pusat secara keseluruhan,” tutupnya. (*)