Bermodalkan laptop dan printer, Ida menjalankan usahanya dari rumah dengan sistem pre-order. Saat awal menjalankan usaha Nasti Craft di Lazada, Ida mengaku mengalami banyak kesulitan beradaptasi dengan bisnis online, mulai dari menggunakan gadget, memahami fitur-fitur yang terdapat dalam aplikasi Lazada, serta mengatur logistik. Meski awalnya tidak yakin dapat menjalankan usahanya secara online, Ida perlahan melihat respon positif dari pembeli dan menerima banyak orderan. Berangkat dari keyakinan bahwa usahanya akan bertumbuh secara online, Ida mulai aktif mengikuti program pelatihan di Lazada University dan mengikuti komunitas seller Lazada Club untuk meningkatkan performa bisnisnya di Lazada.

“Sebagai seseorang yang tidak terlalu mengerti teknologi, saya merasa tantangan terbesar adalah beradaptasi dengan dunia online atau eCommerce. Tapi saya melihat semakin banyak orang yang belanja online, jadi saya merasa Nasti Craft perlu masuk online juga. Walaupun saya awalnya tidak terlalu paham tentang dunia online, saya pelan-pelan belajar. Saya sangat terbantu karena di Lazada dapat banyak pembelajaran dan bantuan tentang berbagai masalah teknis, bagaimana memahami dan memanfaatkan analisis yang diberikan, serta tips meningkatkan penjualan di platform eCommerce,” tutur Ida.

Naluri keibuan tercermin dalam cara Ida menjalankan bisnisnya. Dari awal, Ida selalu mengikutsertakan keluarga dalam usahanya. Ida ingin memberi bekal masa depan untuk keempat anaknya dengan menanamkan jiwa usaha dalam diri anak-anaknya, kini dua dari keempat anaknya pun memiliki toko di Lazada. Ia ingin anak-anaknya turut merasakan proses pertumbuhan usaha yang ia mulai dari nol. Melihat usahanya semakin berkembang, kini Ida berani menyediakan barang ready stock dibantu kedua anaknya yang kini sudah tamat kuliah.

Baca Juga  Sidak Pasar Gunung Batu, Pj Wali Kota Bogor Terima Keluhan Pedagang

Bersama anak-anaknya, Ida rutin mengikuti ragam promo dan campaign yang diusung oleh Lazada untuk meningkatkan penjualan dan pertumbuhan Nasti Craft. Ida yang kini sudah menguasai seluk beluk lapak digital tidak pernah ketinggalan untuk mengikuti berbagai kampanye festival belanja di Lazada. Meski pandemi tentunya memberi dampak pada Nasti Craft, Ida merasa bersyukur karena terbantu dengan adanya promo yang diusung Lazada yang dapat membantunya meraih keuntungan hingga dua kali lipat, termasuk saat kampanye Lazada 12.12 Garbolnas minggu lalu.

Baca Juga  Membangun Indonesia Tanpa Riba | Headline Bogor

“Saya senang bisa mengembangkan bisnis bersama Lazada, sekaligus tetap bisa mendampingi anak-anak dan memberikan yang terbaik bagi keluarga. Walaupun kini anak-anak saya sudah mulai menjalankan bisnis serupa, saya tidak takut mereka menjadi pesaing bisnis. Sebagai seorang ibu, saya sangat bangga melihat anak-anak bisa membangun usaha, memiliki tekad dan kegigihan untuk mandiri. Pesan dari saya untuk para ibu lainnya adalah janganlah pernah menyerah ketika Anda masih mampu berusaha lagi; tidak ada kata berakhir sampai Anda berhenti mencoba,” tutup Ida. (*)