Kuasa Hukum Lima Warga Cijeruk Gandeng Satgas Mafia Tanah Usut Penyelewengan

KABUPATEN BOGOR – Persidangan lima orang warga Kampung Palasari RT. 4/6 Desa Palasari Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor yang disangkakan masuk rumah orang tanpa izin terus bergulir.

Ditemui usai persidangan, Kuasa hukum lima terdakwa, Anggi Triana Ismail merasa kecewa, persidangan kembali diundur untuk satu pekan kedepan, dikarenakan saksi memberatkan tidak hadir.

“Dalam hal ini Kepala Desa, dan staf camat Kecamatan Cijeruk, sebagai saksi memberatkan,” ujar Anggi, di Pengadilan Negeri (PN) Kelas IA Cibinong., Rabu (27/7).

Bacaan Lainnya

Anggi bersama Kantor Hukum Sembilan Bintang menegaskan komitmennya, untuk terus mengawal kasus tersebut, karena menurutnya kasus yang terjadi ini sebenarnya tidak layak untu masuk ke persidangan.

“Sejak awal, saya katakan dengan, bahwa kasus ini tidak layak masuk ke meja persidangan. Karena berat bagi mereka (terdakwa-red) menyandang status terdakwa,” tegas Anggi.

Menurut Anggi, dalam kasus ini, terdakwa hanya disangkakan memasuki pekarangan rumah orang lain yang pada dasarnya kategori ringan, yang penanganannya harus mengedepankan hati nurani penegak hukum.

“Itu ada Perkapolri, dan Peraturan Kepala Kejaksaan Agung Republik Indonesia yang menekankan sense of crisis penegak hukum dalam menyelesaikan perkara – perkara yang sifatnya kategori ringan,” tuturnya.

Kembali menurut Anggi, lahan yang disangkakan kepada terdakwa, berdasarkan subjektivitas, lahan tersebut merupakan lahannya sendiri, dan dimana diakui terdakwa memiliki surat yang sah.

“Kalau klien kita memiliki girik, catatan kepemilikan tempo dulu, maka itu sah. padahal menurut klien kami, si pemilik tanah tidak pernah melakukan transaksi apapun, baik itu jual beli, pengalihan, penggadaian, itu tidak pernah, namun tiba – tiba ada orang mengklaim tanah tersebut, ini kami sedang investigasi,” terangnya.

Untuk itu, ia akan menggandeng Satgas Mafia Tanah untuk dapat menginvestigasi dan menindak orang atau mafia tanah yang diduga mengklaim tanah dari terdakwa.

“Diduga ini ada peralihan yang tidak sah, penyelewengan, kita akan gandeng satgas mafia tanah untuk mengusut dan menindak orang – orang yang sifatnya tidak baik ini,” tandasnya.

(DR)