Sidang Etik Gugur Karena Lili Mundur, Novel : Modus Hindari Terungkapnya Fakta

JAKARTA – Mantan penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan mempertanyakan tidak dilanjutkannya persidangan etik Wakil Ketua KPK, Lili Pintauli Siregar karena mengundurkan diri.

Menurut Novel, Lili Pintauli Siregar sudah menyerahkan surat pengunduran diri sejak Kamis (30/6) lalu. Surat pengunduran diri itu terlebih dahulu disampaikan kepada Pimpinan KPK.

Menurut Novel, adanya kebohongan publik yang disampaikan Ketua KPK Firli Bahuri. Beberapa waktu lalu, Firli mengklaim belum mengetahui adanya surat pengunduran diri Lili Pintauli.

Bacaan Lainnya

“Dugaan kebohongan publik oleh Pimpinan KPK. Lili mengundurkan diri pada sekitar tanggal 30 Juni 2022, surat pengunduran dirinya tentu disampaikan kepada Pimpinan lainnya. Tetapi dalam penyampaian kepada publik disampaikan Ketua KPK tidak tahu,” kata Novel dalam cuitan pada akun media sosial Twitter, Senin (11/7).

Novel menyesalkan sikap Dewas KPK yang tidak melanjutkan sidang dugaan pelanggaran kode etik terkait penerimaan gratifikasi nonton MotoGP. pakah ada pimpinan maupun pegawai KPK lainnya yang terlibat dugaan penerimaan gratifikasi nonton MotoGP tersebut. Sehingga berupaya menutupi kesalahan Lili.

“Tidak terungkapnya fakta lengkap pelanggaran kemungkinan besar perbuatan Lili tidak dilakukan sendiri. Apakah ada pejabat KPK lain yang berbuat serupa? Apakah ada pihak yang membantu, berupaya untuk menutupi perbuatan Lili? Dengan tidak disidangkan akan membuat tidak terungkap semua hal tersebut,” cetus Novel.

Novel menilai, pengunduran Lili dari Wakil Ketua KPK sama seperti pelanggaran kode etik yang pernah menimpa Firli Bahuri saat menjabat sebagai Deputi Penindakan KPK. Ketika itu, Firli ditarik ke institusi Polri sehingga tidak mempertanggungjawabkan perbuatannya.

“Modus menghindari terungkapnya fakta jelas pelanggaran sebagaimana Firli Bahuri saat menjadi Deputi Penindakan KPK yang akan disidangkan atas pelanggaran etik serius,” tegas Novel.

Sementara itu, mantan juru bicara KPK, Febri Diansyah menyebut Dewas KPK Keliru. Seharusnya sidang etik untuk Pimpinan KPK, Lili Pintauli Siregar yg diduga menerima gratifikasi terkait moto-gp tetap dijalankan.

“Kenapa? 1. UU KPK menugaskan Dewas KPK menyelenggarakan sidang kode etik utk memeriksa dugaan pelanggaran kode etik,” tulis Febri dalam akun twitternya.

Menurutnya, sidang kode etik tentu untuk membuktikan pelanggaran yang dilakukan saat berstatus Pimpinan / Pegawai KPK.

“Sehingga, alasan Dewas KPK yg menyebutkan sidang etik gugur karena Lili mundur sbelum sidang jelas keliru. Karena saat dugaan pelanggaran terjadi, ia masih Pimpinan KPK,” lanjutnya.

Sebelumnya, Dewan Pengawas KPK mengugurkan sidang dugaan pelanggaran kode etik terhadap Lili Pintuali Siregar karena mengundurkan diri, Snin (11/7).

“Menyatakan gugur sidang pelanggaran kode etik dan perilaku atas nama terperiksa Lili Pintauli Seregar dan menghentikan penyelenggaran sidang etik dimaksud,” ujar Ketua Majelis Etik, Tumpak Hatorangan Panggabean, saat menyimpulkan hasil sidang.

(DR)