Muhamad Razak Fanani Zuhri: Sang Juara Kompetisi Mobile Legends Tingkat Internasional

Dok. Istimewa/*)

Muhamad Razak Fanani Zuhri atau yang akrab disapa Razak lahir pada tanggal 27 September 2004 yang saat ini berusia 19 tahun, merupakan seorang mahasiswa program studi Budidaya Perairan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB University angkatan 59.

Pada kompetisi International IBS Sports Annual Championship yang diselenggarakan secara online pada 2 – 12 Juli 2023, Razak yang merupakan bagian dari tim Mobile Legends IPB University pada kompetisi tersebut berhasil meraih juara 1. Bagaimana kisah Razak sampai akhirnya berhasil meraih juara 1 pada kompetisi tingkat internasional tersebut?

Awal Mula Tertarik Pada Game
Sejak kecil, Razak sudah tertarik pada dunia game. Game pertama yang razak mainkan adalah Game Angry Birds, semakin dewasa Razak mulai mengenal game online hingga akhirnya menemukan Mobile Legends dan Ia merasa nyaman memainkan game online mutliplayer online battle arena (MOBA) ini.

Bacaan Lainnya

Alasannya adalah karena pada game Mobile Legends ini Razak mendapat banyak teman dari berbagai wilayah di Indonesia bahkan hingga luar negeri karena pemain game ini berasal dari seluruh dunia yang memungkinkan pemain bertemu satu sama lain dalam game.

Razak mulai bermain game Mobile Legends sejak Ia berada di kelas 6 SD, pada awalnya Ia diajak seorang teman untuk memainkan game ini dan merasa kurang tertarik, namun melihat temannya yang senang saat memainkan game ini, akhirnya Ia pun tertarik.

Alasan Mengikuti Organisasi E-Sport dan Perannya Pada Tim Mobile Legends IPB University

Alasan Razak mengikuti organisasi IPB E-Sport yang merupakan organisasi e-sport kampus Razak berkuliah adalah karena Ia merasa bosan karena tidak memiliki kegiatan lain selain perkuliahan, selain itu Ia juga merasa FOMO terhadap temannya yang lain karena sudah bergabung pada suatu organisasi. Karena Razak merasa Ia berbakat pada bidang e-sport, akhirnya Ia memutuskan untuk bergabung.

Setelah Razak bergabung pada organisasi IPB E-Sport, Ia masuk kedalam tim Mobile Legends yang bernama “IPB Semangat”. Sejak awal bermain Mobile Legends, Ia biasanya menggunakan hero dengan role tank, namun semakin sering bermain Ia pun kerap mencoba hero dengan role lainnya.

Sebelum tergabung pada tim IPB Semangat, Razak bermain sebagai EXP laner, namun setelah bergabung ia bermain sebagai jungler untuk melengkapi timnya. Hero favorit Razak pada game Mobile Legends adalah Fanny yang memiliki role assassin, hero Fanny jugalah yang ia gunakan saat mendapatkan juara 1 Pada kompetisi International IBS Sports Annual Championship.

Persiapan Mengikuti Kompetisi Tingkat Internasional.

Selama persiapan untuk International IBS Sports Annual Championship, Razak bersama tim Mobile Legends IPB Semangat berlatih setiap malam hari dengan bermain ranked match sebanyak 2 hingga 3 game. Sebagai mahasiswa, tentunya Razak memiliki kewajiban dan tanggung jawab seperti tugas kuliah.

Cara Razak mengelola waktunya adalah dengan membagi dan mengatur waktunya latihan untuk kompetisi dan waktu untuk belajar dan mengerjakan tugas kuliah, sehingga keduanya bisa jalan bersamaan.

Razak merasa peran seorang kapten dalam tim merupakan hal yang paling penting, karena bisa mengatur jalannya game. Nongkrong bareng sambil mabar (main bareng) juga dapat membentuk bonding pada tim agar chemistrynya semakin bagus, agar tidak canggung karena didalam tim tidak semuanya pada angkatan yang sama.

Sebelum akhirnya berhasil juara 1 pada kompetisi International IBS Sports Annual Championship, Razak bersama tim Mobile Legends IPB Semangat beberapa kali sudah mengikuti kompetisi lainnya dengan tingkat yang lebih rendah yang diselenggarakan secara online.

Pada awalnya orang tua Razak kurang setuju dengan anaknya yang menggeluti bidang game ini, namun karena akhirnya Ia berhasil membuktikan bisa juara 1 pada kompetisi tingkat internasional, orang tua Razak-pun menjadi lebih percaya agar anaknya melanjutkan hobinya tersebut, namun tetap kuliah harus menjadi prioritas utama.

Razak memiliki motto hidup “Tidak ada istilah gagal dalam hidup, yang ada hanya sukses dan belum berhasil”, Ia berharap untuk para atlet-atlet e-sports diluar sana, agar selalu dan tetap semangat, buktikan bahwa atlet e-sport juga bisa berprestasi.

Ditulis oleh Suryana Rahmat, mahasiswa Komunikasi Digital dan Media Sekolah Vokasi IPB University.