Asal-usul Disebut Telaga Warna

Cisarua (Headlinebogor.com) – Jika anda sedang berwisata ke Puncak Bogor, tidak salahnya Anda mampir ke objek wisata Telaga Warna.

Objek wisata alam yang terletak di Desa Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor ini menawarkan kesejukan dan keindahan alam.

Mitos air danau yang dapat berubah warna pun menjadi daya tarik tersendiri objek wisata tersebut.

Bacaan Lainnya

Meski menjadi wisata yang terbilang populer di Kawasan Puncak, masih banyak yang belum mengetahui bagaimana asal usul terbentuknya danau tersebut.

Seperti halnya Koordinator Lapangan Lintas Daya Kreasi (LDK) Pemegang pengusahaan, Fredy Sulaiman.

Dirinya mengaku tidak begitu tahu secara pasti asal muasal Telaga Warna walaupun dirinya asli warga Bogor.

“Soal masalah sejarah, saya juga kurang begitu tahu sih, tapi kalau melihat tulisan-tulisan dari pihak pengelola wisata, dulu kenapa jadi Telaga Warna, seperti itu,” ujar  Freddy Sulaiman, Koordinator Lapangan Lintas Daya Kreasi (LDK) perusahaan pengelola obyek wisata Telaga Warna.

Sementara itu, berdasarkan informasi sejarah yang tertulis di lokasi wisata tersebut, konon di kawasan Puncak‎, dulu terdapat kerajaan yang bernama Kutatanggeuhan yang dipimpin oleh Prabu Sawarna Jaya.

Diceritakan, pada suatu saat, putri raja yang bernama Gilang Rukmini menginginkan rambutnya untuk dihias emas permata.

Namun, Gilang Rukmini marah karena tidak puas dengan‎ perhiasan yang diberikan sang raja, kemudian sang putri itu melempar semua perhiasannya.

Di saat yang bersamaan, bumi berguncang dan dari permukaan tanah muncul mata air‎ hingga membentuk danau yang akhirnya menenggelamkan Kerajaan Kutatanggeuhan beserta isinya.

Kemudian dari dasar danau tersebut memancarkan cahaya warna-warni.

Pada saat itulah danau atau talaga tersebut disebut sebagai Talaga Warna.

Dari dahulu kala di talaga itu terdapat dua ikan yang bernama Layung (ikan merah) dan Tihul (ikan hitam) yang konon sampai saat ini masih ada di sana.

Ikan ini jarang muncul ke permukaan hingga ada kepercayaan di masyarakat, bahwa barang siapa yang bisa melihat dua ikan ini maka semua cita-citanya bakal tercapai.

Selain itu Masyarakat juga percaya bahwa air dari Talaga Warna ini punya khasiat dan bisa digunakan untuk pengobatan.

Sebagian orang percaya dengan cerita itu, namun tidak sedikit dari banyak pengunjung yang datang ke Telaga Warna hanya untuk berwisata.

Menurut data dari pihak BKSDA (Bidang Konservasi Sumber Daya Alam) wilayah 1 Bogor, area kawasan konservasi alam dimana di dalamnya terdapat Telaga Warna ini, ditetapkan sebagai Kelompok Hutan oleh Surat Keputusan Gubernur Belanda pada tahun 1927.

‎Kemudian Kementerian Pertanian (mentan) melakukan penetapan kawasan Talaga Warna pada tahun 1981.(*)

 

 

 

 

 

Sumber : Tribunnewsbogor.com

Foto : wisatapedi.com